NEWS VIDEO: BP Jamsostek Sumbarriau Terapkan Layanan Ruang Pasien Kecelakaan Kerja di RS Syafira

RS Syafira juga menyediakan layanan konsultasi kesehatan kerja ataupun pusat rujukan bagi pekerja perusahaan yang mengalami kecelakaan kerja

TRIBUNPEKANBARU.COM -- Rumah Sakit Syafira Pekanbaru akhirnya mewujudkan mimpi menjadi Hospital Industrial, setelah dilakukan launching Ruang Rawatan Pusat Layanan Kecelakaan Kerja, bersama pihak Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) dan Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Riau, di rumah sakit Jalan Sudirman Pekanbaru tersebut, Rabu (26/2).

Dalam kegiatan yang sama, juga digelar Talkshow Sosialisasi PP 82 Tahun 2019 Optimalisasi Pusat Layanan Kecelakaan Kerja dan Manfaat Bagi Tenaga Kerja Serta Badan Usaha. Juga tampak hadir langsung pemilik RS Syafira, Khairul Nasir dalam acara tersebut.

Kehadiran Ruang Rawatan Pusat Layanan Kecelakaan Kerja di RS Syafira tersebut merupakan pertama kalinya di Indonesia, sebagai rumah sakit yang menyediakan khusus ruangan bagi pasien yang mengalami kecelakaan kerja.

Tidak hanya itu, RS Syafira juga menyediakan layanan konsultasi kesehatan kerja ataupun pusat rujukan bagi pekerja perusahaan yang mengalami kecelakaan kerja, namun tanpa meninggalkan pelayanan medis umum.

Asisten Deputi Bidang Pelayanan selaku Pejabat Pengganti Sementara (Pps) Deputi Direktur BPJAMSOSTEK Wilayah Sumbarriau, Sudarwoto yang hadir dalam kesempatan itu mengatakan, rumah sakit tersebut memang pertama kali ada di Indonesia, yang bertujuan untuk memberikan pelayanan khusus bagi pasien akibat kecelakaan kerja.

"Ini memang pertama di Indonesia, kita buat ruangan khusus bagi pasien kecelakaan kerja.

Ini sebagai percontohan bagi nasional," kata Sudarwoto kepada Tribun usai launching tersebut.

Ia juga menyampaikan, program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) yang diselenggarakan BP Jamsostek meliputi perlindungan dari risiko kecelakaan kerja bagi pekerja dimulai dari perjalanan berangkat, pulang dan di tempat bekerja serta pada saat melaksanakan perjalanan dinas.

"Manfaat JKK tersebut menjadi semakin baik lagi karena adanya perubahan peningkatan manfaat sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2019, antara lain berupa santunan pengganti upah selama tidak bekerja, ditingkatkan nilainya menjadi sebesar 100 persen untuk 12 bulan, dari sebelumnya 6 bulan dan seterusnya sebesar 50 persen hingga sembuh," ujarnya.

Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2019 dikatakannya juga meningkatkan manfaat biaya transportasi untuk mengangkut korban yang mengalami kecelakaan kerja.

Halaman
12
Penulis: Alex
Editor: didik ahmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved