Penghentian Sementara Visa Umroh

Penangguhan Visa Umroh, Asita Riau Imbau Masyarakat Bersabar dan Tidak Batalkan Keberangkatan

Pihak Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Riau mengimbau kepada para travel agen haji dan umroh agar sabar

Penangguhan Visa Umroh, Asita Riau Imbau Masyarakat Bersabar dan Tidak Batalkan Keberangkatan
Tribun Pekanbaru/Theo Rizky
Pembukaan Bono Jazz Festival 2018 digelar di Mal Ska Pekanbaru, Rabu (24/10/2018). (TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY) 

PEKANBARU - Pihak Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Riau mengimbau kepada para travel agen haji dan umroh agar sabar dalam kondisi saat ini terkait penangguhan sementara keberangkatan jamaah haji ke tanah suci karena kebijakan pemerintah Saudi untuk mengantisipasi merebaknya virus carona.

Ketua Asita Riau, Dede Firmansyah mengatakan dalam kondisi seperti ini, travel agen akan cukup banyak mengalami kerugian, pasalnya beberapa fasilitas sudah disiapkan bagi jamaah di sana, seperti penginapan dan lain sebagainya.

Karena itu, Dede mengimbau agar masyarakat tidak usah cemas dan kawatir, karena masyarakat memiliki hak untuk melakukan penundaan ataupun membatalkan keberangkatan, dalam kondisi seperti ini.

"Jamaah tidak dirugikan dengan materi, karena ini tanggung jawab travel agen. Kalau jamaah minta dikembalikan itu harus dikembalikan oleh pihak travel dan memang bisa dikembalikan," kata Dede kepada Tribun, Kamis (27/2).

Namun demikian, Dede berharap agar jamaah bersedia menunda keberangkatan tersebut, dan tidak membatalkan keberangkatan agar pihak travel dan umroh tidak terlalu merugi. Selain itu, ia juga berharap agar kondisi ini tidak terlalu lama terjadi.

"Kita berharap jamaah mau menunda dulu, karena ini kan suatu kejadian yang tidak disangka-sangka. Pihak travel agen juga harus memberikan jaminan agar masyarakat tidak kawatir soal dana mereka, sehingga tidak merugikan salah satu pihak, semoga proses ini tidak lama," imbuhnya.

Disampaikan Dede, awalnya pemerintah Saudi tetap bersedia menerima jamaah yang datang ke sana, namun karena tidak ada tempat isolasi, kebijakannya pun berubah menjadi penangguhan sementara.

"Sebenarnya mereka di sana mau menerima, tapi jamaah harus diisolasi terlebih dahulu, setelah turun dari pesawat dan melanjutkan ke agenda lain. Tapi mereka belum punya tempat isolasi, makanya kebijakannya langsung di-cut," ujarnya.

Ia juga berharap agar pemerintah Indonesia turut mendesak agar tempat isolasi tersebut segera disediakan oleh pemerintah Saudi, mengingat banyaknya jamaah Indonesia, termasuk Riau yang akan berangkat ke tanah suci dan sudah terencana hingga kepada pendanaan.

"Pemerintah juga harus mendesak agar tempat karantina tersebut segera diadakan cepat oleh pemerintah Saudi. Tapi kita berharap agar jangan seperti di Natuna, yang proses isolasinya bisa berhari-hari. Kalau bisa satu hari selesai dan jamaah bisa segera melaksanakan kegiatan di sana tanpa harus menunggu lama diisolasi," ujarnya. (Tribunpekanbaru.com/Alexander)

Penulis: Alex
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved