Berita Riau

TERNYATA Bukan Harimau Sumatera Panthera Tigris Melainkan Harimau Akar, Ini Penjelasan Tim Gabungan

Ternyata harimau yang dilihat penjaga alat berat PT SBP bukan Harimau Sumatera Panthera Tigris melainkan harimau akar atau kucing hutan

TERNYATA Bukan Harimau Sumatera Panthera Tigris Melainkan Harimau Akar, Ini Penjelasan Tim Gabungan
Youtube
Ternyata harimau yang dilihat penjaga alat berat PT SBP bukan Harimau Sumatera Panthera Tigris melainkan harimau akar atau kucing hutan-Ilustrasi 

TERNYATA Bukan Harimau Sumatera Panthera Tigris Melainkan Harimau Akar, Ini Penjelasan Tim Gabungan

TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Ternyata harimau yang dilihat penjaga alat berat PT SBP bukan Harimau Sumatera Panthera Tigris melainkan harimau akar atau kucing hutan, ini penjelasan Tim Gabungan.    

Informasi terkait munculnya harimau Sumatera di kebun kelapa sawit milik PT Surya Bratasena Plantation (SBP) di Desa Sorek Dua Kecamatan Pangkalan Kuras Kabupaten Pelalawan Riau mulai terjawab setelah tim gabungan melakukan pengecekan pada Rabu (26/2/2020).

Tim gabungan terdiri dari lima personil polisi, lima orang Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam atau BBKSDA, TNI dan karyawan PT SBP.

Tim langsung melakukan investigasi dan analisa mulai jam 11.00 WIB dan berakhir pukul 18.00 WIB untuk memastikan beredarnya informasi penampakan harimau Sumatera di kawasan Hak Guna Usah (HGU) PT SBP.

Tim mengecek dan memeriksa lokasi yang dikabarkan adanya penampakan harimau dan menganalisa langsung jejak-jejak yang ditemukan.

"Tim juga mencari masyarakat yang melihat secara langsung harimau Sumatera dan melakukan wawancara di lokasi. Ada saksi Sawal, Ibas, Doni dan Suwarno," terang Kasubbag Humas Polres Pelalawan, Iptu Edy Harianto kepada Tribunpekanbaru.com pada Kamis (27/2/2020).

Sebelumnya, saksi Sawal mengaku melihat secara langsung harimau Sumatera sebanyak 1 ekor pada hari Rabu (26/2/2020) di sekitar hutan kepungan sialang Desa Sorek Dua saat hendak menuju Pabrik Kelapa Sawit PT SBP.

Harimau menyeberang jalan poros kebun kelapa sawit dan mengambil dokumen memakai kamera Hand Phone (HP) dengan jarak lebih kurang 50 meter.

Ternyata informasi itu tidak benar alias hoax, karena jejak yang dijumpai tidak sesuai bentuk jejak harimau dari hasil analisa Tim BKSDA.

Halaman
1234
Penulis: johanes
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved