Breaking News:

Berita Riau

TERNYATA Bukan Harimau Sumatera Panthera Tigris Melainkan Harimau Akar, Ini Penjelasan Tim Gabungan

Ternyata harimau yang dilihat penjaga alat berat PT SBP bukan Harimau Sumatera Panthera Tigris melainkan harimau akar atau kucing hutan

Youtube
Ternyata harimau yang dilihat penjaga alat berat PT SBP bukan Harimau Sumatera Panthera Tigris melainkan harimau akar atau kucing hutan-Ilustrasi 

Ada dua ukuran bekas kaki satu lumayan besar dan satu lagi lebih kecil.

Sebelumnya, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam atau BBKSDA Riau temukan jerat dekat jejak Harimau Sumatera dan pasang 2 kamera trap pantau Panthera Tigris.

Tim Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau terus menelusuri keberadaan Harimau Sumatera atau Panthera Tigris Sumaterae di Desa Tolam Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan, Riau dua pekan terakhir.

Tim dari Seksi Wilayah l BKSDA Riau memang dua unit kamera trap di lokasi yang diyakini sebagai perlintasan harimau sumatera.

Kamera pengintai itu berguna untuk melihat kondisi invidu harimau itu serta mengumpulkan data bentuk fisik serta ukurannya.

"Rencananya kita mau masang empat kamera. Tapi dua lagi masih dipakai di tempat lain. Jadi hanya dua yang terpasang," beber Kepala Bidang Seksi Wilayah l KSDA Riau, Andri Hansen Siregar kepada tribunpekanbaru.com, Kamis (20/2/2020).

Hansen menyebutkan, tim kembali menemukan satu lagi jerat yang dipasang masyarakat yang lokasinya tak jauh dari temuan jejak Sang Datuk.

Total sudah tiga jerat yang didapatkan tim selama menyisir areal perkebunan, dimana binatang buas itu muncul.

Ketiga jerat menggunakan tali dan besi kecil itu disita petugas.

Tim bersama aparat desa memberikan sosialisasi dan pemahaman kepada penduduk desa agar tidak memasang jerat, meskipun tujuanya untuk menangkap babi hutan.

Pasalnya sewaktu-waktu jerat itu bisa melukai harimau tersebut yang berakibat fatal.

Kemudian imbauan untuk menjauhi areal hutan dan tak beraktivitas hingga malam hari di hutan selalu disampaikan, untuk menghindari konflik manusia dengan satwa yang dilindungi.

"Hari ini tim kita keluar dari lokasi dan pulang. Minggu depan akan kembali untuk mengecek kamera trap," tambah Hansen.

Kepala Desa Tolam, Rupardi menyebutkan, pihaknya mendampingi tim BKSDA selama di lokasi.

Sembari melakukan razia jerat yang dipasang petani di kebun sawit maupun di areal hutan.

Ia membenarkan ada satu jerat yang kembali disita petugas dari lokasi perlintasan Si Belang.

"Kemarin juga ditemukan jejak baru dekat lokasi sapi mati kemarin. Masyarakat sudah diberikan peringatan dan imbauan," tandas Rupardi.

Seperti diketahui, seekor harimau sumatera dikabarkan berkeliaran di areal hutan dan perkebunan kelapa sawit warga di Desa Tolam Kecamatan Pelalawan.

Setelah ditemukan jejak Si Raja Hutan, beberapa hari kemudian ditemukan ternak sapi masyarakat mati akibat luka cakaran dan gigitan hingga tim BKSDA turun ke lokasi.

Kepala Harimau yang Sembunyi di Semak Tiba-tiba Nongol

Informasi terkait keberadaan harimau sumatera yang berkeliaran di kebun kelapa sawit PT Surya Bratasena Plantation (SBP) di Desa Sorek Dua Kecamatan Pangkalan Kuras terus berkembang hingga Rabu (26/2/2020).

Karyawan PT SBP yang bekerja pada Rabu (26/2/2020) pagi mengaku bertemu dan melihat Si Belang dari kejauhan.

Bahkan pekerja ini sempat mengabadikan foto keberadaan harimau itu di tengah kebun sawit.

Alhasil pekerja itu tak jadi masuk ke dalam kebun dan memilih pulang serta melaporkan temua tersebut.

"Informasi terbaru tadi pagi dilaporkan pekerja ke kami. Ada yang ketemu dan melihat langsung harimau tersebut. Fotonya ada," terang Humas PT SBP, Togar Liberti Batubara, kepada tribunpekanbaru.com Rabu (26/2/2020).

Pengakuan pekerja tersebut, pagi itu ia mengendarai sepeda motor ke kebun inti blok J PT SBP yang terletak di antara Desa Sorek Dua dengan Dundangan.

Pria tersebut hendak ke areal pemanenan buah sawit seperti yang biasa dikerjakannya.

Ditengah jalan, ia menemukan jejak menyerupai bekas kaki harimau yang masih basah dan diperkirakan baru melintas.

Merasa penasaran dengan cerita yang beredar seputar keberadaan harimau buruh panen itu mengambil ponselnya dan merekam jejak itu kemudian mengikuti arah jejak tersebut.

Hingga sampai di semak belukar yang ada di antara batang sawit, ia terkejut melihat Si Belang menampakan wujudnya.

"Tiba-tiba nampak kepala harimaunya lalu difoto. Katanya yang nampak cuman satu ekor saja," tandas Togar Batubara.

Para pekerja akhirnya tidak jadi melakukan pemanenan di blok J kebun inti dan digeser ke lokasi lainnya.

Pihaknya mengimbau karyawan untuk selalu bekerja denga berkelompok agar menghindari terjadinya serangan dar binatan bua tersebut.

Panthera Tigris Harimau Sumatera di Riau - Tribunpekanbaru.com / Johannes Wowor Tanjung.

Penulis: johanes
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved