Breaking News:

Berita Riau

TERUNGKAP dari Observasi Lapangan Tim BBKSDA Riau, Ternyata Bukan Harimau Sumatera Tapi Macan Dahan

Heboh terkait kabar munculnya harimau sumatera panthera tigris di kebun sawit PT Surya Bratasena Plantation (SBP) Desa Sorek Dua

Penulis: johanes | Editor: Nolpitos Hendri
Tribun Pekanbaru/Istimewa/BBKSDA Riau
TERUNGKAP dari Observasi Lapangan Tim BBKSDA Riau, Ternyata Bukan Harimau Sumatera Tapi Macan Dahan 

TERUNGKAP dari Observasi Lapangan Tim BBKSDA Riau, Ternyata Bukan Harimau Sumatera Tapi Macan Dahan

TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Heboh terkait kabar munculnya harimau sumatera panthera tigris di kebun sawit PT Surya Bratasena Plantation (SBP) Desa Sorek Dua Kecamatan Pangkalan Kuras Kabupaten Pelalawan Riau akhirnya terklarifikasi setelah tim gabungan turun ke lokasi pada Rabu (26/2/2020) lalu.

Menurut Kabid Teknis Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam atau BBKSDA Riau, M Mahfud, menyebutkan tim BKSDA yang berkoordinasi dengan kepolisian, TNI, dan manajemen PT SBP langsung melakukan mitigasi dan observasi.

Menyusul semakin banyaknya pemberitaan di media seputar dugaan harimau sumatera yang berkeliaran di areal Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan.

Tim melakukan verifikasi dan konfirmasi terhadap orang-orang yang mengaku melihat dan bertemua Si Belang.

Kemudian melakukan observasi ke lokasi-lokasi yang disebutkan jadi tempat penemuan jejak dan pertemuan dengan satwa langka itu.

Tim akhirnya menyimpulkan jika informasi mengenai keberadaan harimau di kebun SBP tidak benar.

"Jadi sudah jelas dan terang, jika informasi ada harimau tidak benar. Tak ada tanda atau bukti yang mengarah kalau itu harimau sumatera," beber Mahfud kepada tribunpekanbaru.com, Kamis (27/2/2020).

Dijelaskannya, jejak yang temukan merupakan milik macan dahan atau Neofelis Nebulosa yang ukurannya lebih kecil.

Hal itu cocok dengan keterangan dari saksi yang sebelumnya diinformasikan melihat harimau sumatera lima ekor, ternyata yang tampak itu adalah mancan dahan yang melintas yang jumlahnya empat ekor terdiri dari indukan dan anakan.

Tim BBKSDA dan instansi lainnya telah memsosialisasikan hasil investigasi dan anaslisa temuan kepada masyarakat supaya tidak terjadi keresahan.

Sedangkan kepolisian telah memeriksa warga yang menyebarkan foto dan berita hoax kepada masyarakat.

"Kita tak perlu memasang kamera trap di kebun SBP, karena duduk persoalannya sudah jelas," tambah Mahfud.

Petugas BBKSDA hanya memasang kamera trap di Desa Kuala Tolam Kecamatan Pelalawan, lokasi penemuan ternak sapi yang dimangsa harimau sumatera.

Untuk mendapatkan gambaran yang jelas terkait keberadaan individu binatang buas tersebut.

"Yang di Desa Tolam kemarin sudah dicek, gambar harimaunya belum dapat. Kalau itu memang benar jejak yang ditemukan milik harimau dan sapi yang mati karena diserang," tukasnya.

Panthera Tigris atau Harimau Sumatera di Riau - Tribunpekanbaru.com / Johannes Wowor Tanjung.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved