Bengkalis

3 Kali Mangkir dari Panggilan Penyidik, Polda Riau Imbau Plt Bupati Bengkalis Muhammad Taat Hukum

Sudah tiga kali dipanggil dan tidak hadir, Muhammad yang juga merupakan Wakil Bupati (Wabup) Bengkalis ini, tak kunjung dijemput paksa.

Tribun Pekanbaru/Muhammad Natsir
Wabup Bengkalis Muhammad. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Plt Bupati Bengkalis, Muhammad, tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan dan pemasangan pipa transmisi PDAM di Kabupaten Inhil, sudah 3 kali mangkir dari panggilan penyidik Ditreskrimsus Polda Riau.

Dia pernah dipanggil pada Kamis (6/2/2020). Lalu pada Senin (10/2/2020), dan terakhir pada Selasa (25/2/2020).

Dalam tiga kesempatan itu, Muhammad tidak mengindahkan panggilan penyidik.

Namun, sudah tiga kali dipanggil dan tidak hadir, Muhammad yang juga merupakan Wakil Bupati (Wabup) Bengkalis ini, tak kunjung dijemput paksa.

Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto saat dikonfirmasi menjelaskan, terkait hal itu, penyidik masih akan berkoordinasi dengan Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau.

"Masih dikoordinasikan penyidik dengan Direkturnya itu," paparnya, Jumat (28/2/2020) malam.

Disinggung apakah akan ada penetapan Muhammad masuk ke Daftar Pencarian Orang (DPO), Sunarto pun memberi jawaban yang senada.

"Sedang didiskusikan, dirapatkan oleh penyidik dengan Direkturnya," jelasnya.

Termasuk saat ditanyai tentang upaya paksa terhadap Muhammad, Perwira Menengah (Pamen) berpangkat melati tiga itu memaparkan, sesuai aturan seharusnya Muhammad memang sudah bisa dijemput paksa.

"Aturannya. Tiga kali panggilan disertai dengan surat perintah membawa," ucapnya.

Halaman
123
Penulis: Rizky Armanda
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved