Bengkalis

3 Kali Mangkir dari Panggilan Penyidik, Polda Riau Imbau Plt Bupati Bengkalis Muhammad Taat Hukum

Sudah tiga kali dipanggil dan tidak hadir, Muhammad yang juga merupakan Wakil Bupati (Wabup) Bengkalis ini, tak kunjung dijemput paksa.

Tribun Pekanbaru/Muhammad Natsir
Wabup Bengkalis Muhammad. 

"Kami tak dapat kejelasan mereka dari mana. Mereka mengaku dari masyarakat. Kami tak tahu masyarakat yang mana. Akhirnya setelah dipertimbangkan, kami pun memilih bubar," terangnya.

Ditambahkan Akmal, pihaknya sangat menyayangkan aksi penghadangan tersebut.

"Terserah mereka berasumsi kalau aksi kami ditunggangi atau seperti apa. Tapi lihatlah substansinya. Kami juga tidak mau institusi kepolisian diremehkan karena Muhammad yang jadi tersangka itu tidak mengindahkan tiga kali panggilan penyidik," urainya.

Kasus dugaan korupsi proyek pengadaan dan pemasangan pipa transmisi PDAM di Kabupaten Inhil, Provinsi Riau, tahun 2013, akhirnya menyeret nama Muhammad, ST, MP, yang kini menjabat Wakil Bupati Bengkalis sebagai tersangka.

Saat proyek itu berlangsung, Muhammad diketahui menjabat sebagai Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Riau.

Proyek milik Bidang Cipta Karya Dinas PU Provinsi Riau tahun 2013 ini, menghabiskan dana sebesar Rp 3.415.618.000. Proyek ini ditengarai tidak sesuai spesifikasi. (Tribunpekanbaru. com/Rizky Armanda)

Penulis: Rizky Armanda
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved