Pelalawan

NEWS VIDEO: Detik-detik Rekaman Buaya Muncul di Desa Kiyap Pelalawan Riau

Penampakan buaya itu tepat di dekat kebun sawit dan berseberangan dengan akses jalan yang banyak dilalui masyarakat Desa Kiyap Jaya, Pelalawan

PELALAWAN- Seekor buaya tampak berjemur di sebuah kanal yang terletak di tengah perkebunan kelapa sawit di Desa Kiyap Jaya Kecamatan Bandar Seikijang Kabupaten Pelalawan Riau pada Kamis (27/2/2020) sore lalu.

Buaya yang diperkirakan sepanjang tiga meter lebih itu dengan santai berjemur dengan posisi hampir seluruh badannya di tepi kanal dan sedikit bagian ekor yang tersentuh air.

Penampakan buaya itu tepat di dekat kebun sawit dan berseberangan dengan akses jalan yang banyak dilalui masyarakat. Video penampakan buaya itu diperoleh tribunpekanbaru.com melalui aplikasi What's App yang dikirimkan.

"Wah besarnya. Tiga meter bro, tiga meter. Buaya di PB," terang perekam video.

Video diambil dari dalam mobil menggunakan ponsel. Tampak seorang pria yang merupakan teman perekam keluar dari mobil dan mendekati kanal. Mungkin menyadari kehadiran manusia, buaya tersebut langsung bergerak masuk ke dalam air dan tidak kelihatan lagi.

Setelah ditelusuri tribunpekanbaru.com, pemilik video itu bernama Suryadi (39), Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Pelalawan. Video itu diambilnya pada Kamis (27/2/2020) sore sekitar pukul 17.00 wib.

"Kami kesana mau mancing. Udah sering ke daerah itu. Tiba-tiba nampak buaya langsung direkam," terang Suryadi kepada tribunpekanbaru.com, Jumat (28/2/2020).

Suryadi menceritakan, ia bersama temanya hendak memancing dan berburu ayam ke daerah Simpang PB Desa Kiyap Jaya yang aksesnya masuk dari Jalan Lintas Timur (Jalintim) Kilometer 54. Sewaktu mereka datang dan melintas kanal itu belum ada penampakan buaya jenis mulut panjang tersebut.

Selesai memancing, mereka memilih pulang ke Pangkalan Kerinci. Ketika melewati kanal selebar enam meter tersebut barulah tampak reptil itu berjemur dengan santai. Mereka lalu mengabadikannya dengan kamera ponsel. Temannya berniat memfoto dari jarak dekat dan buaya itu malah kembali masuk ke dalam air.

"Buaya itu asik berjemur diatas kayu, tepat diseberang. Pas kawan mau mendekat untuk memfoto, langsung masuk lagi ke air," terang Kasubbag Perlengkapan Bagian Umum Setdakab Pelalawan ini.

Menurut keterangan dari warga sekitar, mereka sudah biasa bertemu dengan buaya tersebut di sepanjang kanal yang kedalammnya belum diketahui itu. Namun tetap saja banyak pemancing yang berani menaruh kailnya di kanal "buaya" itu.

Camat Bandar Seikijang, Wazarman SE, saat dikonfirmasi tribunpekanbaru.com, mengaku belum mendapat informasi terkait munculnya buaya tersebut di kanal. Namun ia memastikan jika kanal yang dimaksud memang menjadi habitat binatang berkulit tebal itu. Pasalnya sudah banyak ditemukan buaya di sepanjang kanal yang terhubung langsung ke Sungai Kampar tersebut, berdasarkan laporan warga sekitar.

"Itu memang tempat buaya. Banyak ditemukan disitu. Bisa jadi dari Sungai Kampar, karena bermuara ke sana," tutur Camat Wazarman.

Wazarman menyebutkan, sampai saat ini belum ada terjadi konflik atau serangan buaya kepada warga di daerah kanal tersebut. Disamping buaya tersebut jenisnya pemakan ikan, masyarakat secara umum juga sudah tahu jika lokasi itu banyak buaya hingga akhirnya berhati-hati saat memancing.

"Kita akan pasang papan peringatan atau spanduk di daerah itu, sekaligus buat spanduk larangan membakar hutan nanti," tandasnya. (Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

document.addEventListener("DOMContentLoaded", function(event){ var cekclassread = document.getElementsByClassName("txt-article")[0]; if(cekclassread != undefined){ var content = document.getElementsByClassName("txt-article")[0].innerText; var gpt_safe = content.match(/\b(ak47|al jazeera|al qaeda|allah|Assad|bahan kimia|bencana|boikot|corona|covid-19|fatal|ganti rugi|gejala|gugur|hoax|hukuman|jokowi|kecelakaan|kejadian|keras|komplain|Kondom|kontroversi|korban|kriminal|palsu|pembunuhan|pemerkosaan|penyakit|peristiwa|pidana|polisi|porno|prabowo|racun|rasis|rasisme|seks|tersangka|viral|virus)\b/i); if(gpt_safe){ safe = 'no'; } else{ safe = 'yes'; } var keyword1 = content.match(/\b(virus|corona|pneumonia|paru-paru|karantina|demam|wabah|sesak napas|Wuhan|sesak dada|rs darurat|epidemic|pandemic|status darurat|SARS|corona virus|jangkit|covid|batuk|covid-19|MERS|penyebaran|penularan|patogen|CoV|Viruses|Korona|nCOV|isolasi diri|masker|terinfeksi|infeksi|mati|kematian|positif corona|lockdown|orang dalam pemantauan (ODP)|pasien dalam pengawasan (PDP)|suspect|sakit tenggorokan)\b/i); if (keyword1) { keyword_targetting1 = 'yes';} else { keyword_targetting1 = 'no';} }else{ safe = 'yes'; keyword_targetting1 = 'no'; } console.log('safe_branding =' + safe); googletag.pubads().setTargeting('safe_branding', safe); console.log('keyword_targetting1 =' + keyword_targetting1); googletag.pubads().setTargeting('keyword_targetting1', keyword_targetting1); });
Penulis: johanes
Editor: David Tobing
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved