STORY - Pernah Runtuh Pada 2013, MTS Hubbudin Inhil Masih Berjuang Agar Tidak Ditinggal Murid-Murid

Satu per satu murid Madrasah Tsanawiyah (MTS) Hubbudin berkurang karena kekhawatiran orangtua murid

STORY - Pernah Runtuh Pada 2013, MTS Hubbudin Inhil Masih Berjuang Agar Tidak Ditinggal Murid-Murid
Istimewa
Satu per satu murid Madrasah Tsanawiyah (MTS) Hubbudin berkurang karena kekhawatiran orangtua murid terhadap bangunan sekolah yang belokasi di Jalan Lintas Timur, Kelurahan Harapan Tani, Kecamatan Kempas, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, KEMPAS – Satu per satu murid Madrasah Tsanawiyah (MTS) Hubbudin berkurang karena kekhawatiran orangtua murid terhadap bangunan sekolah yang belokasi di Jalan Lintas Timur, Kelurahan Harapan Tani, Kecamatan Kempas, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau.

Hingga saat ini pun kondisi sekolah tersebut sangat memprihatinkan dan ancaman ambruk setiap saat mengintai murid–murid yang saat ini hanya mencapai puluhan orang saja.

Dengan kondisi ini tidak mengherankan banyak siswa yang memilih meninggalkan sekolah.

Berbagai upaya pun telah dilakukan pihak sekolah untuk menghapus trauma ambruknya bangunan sekolah dengan mencari bantuan.

Pihak sekolah berupaya agar anak – anak tetap bisa bersekolah tanpa harus jauh – jauh ke sekolah lain.

"Kalau diawal tahun ajaran itu murid kami banyak, formulir banyak yang mengambil. Tapi kalau sudah berjalan hingga akhir tahun mulai berkurang, orangtua murid mungkin takut dengan kondisi bangunan sekolah kami," ujar Muhammad Muslimin, S.Pdi selaku Kepala Sekolah (Kepsek) MTS Hubbudin, Kelurahan Harapan Tani, Kecamatan Kempas, Kabupaten Inhil, Riau.

Satu per satu murid Madrasah Tsanawiyah (MTS) Hubbudin berkurang karena kekhawatiran orangtua murid terhadap bangunan sekolah yang belokasi di Jalan Lintas Timur, Kelurahan Harapan Tani, Kecamatan Kempas, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau.
Satu per satu murid Madrasah Tsanawiyah (MTS) Hubbudin berkurang karena kekhawatiran orangtua murid terhadap bangunan sekolah yang belokasi di Jalan Lintas Timur, Kelurahan Harapan Tani, Kecamatan Kempas, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau. (Istimewa)

Pria yang akrab Muslimin ini mengisahkan, sekolah berdiri pada 2004 dan mendapat bantuan material yang disumbangkan oleh seorang tokoh masyarakat Inhil.

Seiring waktu berjalan, Muslimin pun bergabung ke sekolah pada tahun 2010 dan menjadi saksi runtuhnya bangunan sekolah tersebut pada tahun 2013, beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

“Setelah runtuh, kami pun memanfaatkan bekas bangunan Madrasah Ibtidaiyah (MI), kami bongkar untuk membangun ruang kelas berukuran 5 x 5,” tuturnya saat mengisahkan kepada Tribun Pekanbaru, Kamis (27/2).

Menurut Muslimin, segala upayanya untuk mencari bantuan sudah sangat cukup sejak dirinya bergabung di sekolah hingga saat ini, sejak itu pula pihak sekolah hanya memperoleh satu bantuan pada tahun 2014 melalui seorang anggota dewan Inhil sehingga bisa membangun lokal.

Halaman
12
Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved