NEWS VIDEO: 19 Jamaah Umroh Asal Dumai Gagal Berangkat, Travel Umroh Sandy Pastikan Jamaah Tak Rugi

Pemilik teravel Travel Umroh Sandy khalifa Babbasy Mabrur, Sandy mengungkapkan, sebanyak 19 jamaah umroh asal Dumai telah kembali

TRIBUNPEKANBARU.COM-- Terkait pemerintah Arab Saudi menghentikan sementara jamaah Umroh memasuki wilayahnya, ‎ternyata berdampak terhadap jamaah umroh asal Dumai melalui  teravel Travel Umroh Sandy khalifa Babbasy Mabrur atau sering disebut Travel Umroh Sandy Mabrur

Bahkan, 19 jamaah umroh Dumai dari  Travel Umroh Sandy telah tiba di Pelabuhan Internasional Pelindo Dumai, pada Jumat (28/2/2020), akibat jamaah yang hendak pergi ke Arab Saudi ‎melalui bandara kuala Lumpur Malaysia batal berangkat. 

Pemilik teravel Travel Umroh Sandy khalifa Babbasy Mabrur, Sandy mengungkapkan, sebanyak 19 jamaah umroh asal Dumai telah kembali ke Dumai dengan selamat dari Kuala Lumpur, Malaysia. 

Dirinya mengaku, per tanggal 27 itu yang berangkat dari Dumai melalui Teavelnya ada  19 orang dengan rincian 5 orang laki laki, dan 14 orang perempuan ada 14 orang. 

Lebihlanjutditerangkanya, pemberangkatan umroh ini pihaknya melalui Bandara Kuala Lumpur Malaysia, saat itu Dukumen  baik visa tiket sudah siap, namu setibanya di Malaysia hendak ke Jedah Arabsaudi ternyata seluruh Visa Umroh tidak bisa masuk ke Arab Saudi sehingga diputuskan untuk kembali ke Dumai

‎"Jadi jamaah umroh terpaksa kembali ke Dumai, karena memang tidak bisa masuk ke Arab Saudi, namun keberangkatan umroh bagi 19 jamaah akan tetap dilakukan setelah ada pemberitahuan lebih lanjut dari pihak arab Saudi," terangnya.

Sandy menerangkan, ‎seluruh biaya jamaah baik makan, penginapan, tiket semua pihaknya tanggung, dalam artian seluruh jamaah tidak menanggung biaya apapun saat berada di Malaysia maupun saat pulang ke Dumai

"Mereka tatap akan pergi umroh, kalau informasi yang saya dapat, diperkirakan tanggal 15 maret 2020 sudah bisa berangkat, dan tanggal  27 maret jamaah kita asal dumai ini bisa berangkat ke tanah suci kembali," terangnya. 

Sandy mengaku, memang pihaknya mengalami kerugian akibat ‎pemerintah Arab Saudi menghentikan sementara jamaah Umroh memasuki wilayahnya, namun pihaknya tidak ambil pusing, karena sudah menjadi resikonya. 

"Ya rugi lah bang, kalau dihitung, jamaah yang akan pergi menggunakan travel kita ada dari Dumai, Surabaya, Makasar, Jakarta dan lainya, kerugian sekitar Rp 100 Juta lebih lah bang," sebutnya.

Halaman
12
Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: didik ahmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved