Oknum Juru Parkir Kutip Uang Parkir Rp 5.000 di Area CFD Pekanbaru, Warga Mengeluh

Keberadaan sejumlah oknum memungut parkir tanpa izin mulai meresahkan. Kondisi ini membuat pengendara mengeluh lantaran tarif parkir yang naik.

Oknum Juru Parkir Kutip Uang Parkir Rp 5.000 di Area CFD Pekanbaru, Warga Mengeluh
tribun pekanbaru / fernando sikumbang
Salah satu lokasi parkir di area Car Free Day, Pekanbaru, Minggu (1/3/2020). 

Oknum Juru Parkir Kutip Uang Parkir Rp 5.000 di Area CFD Pekanbaru, Warga Mengeluh

TRIBUNPEKANBARU.COM - Keberadaan sejumlah oknum memungut parkir tanpa izin mulai meresahkan. Kondisi ini membuat pengendara mengeluh lantaran tarif parkir yang mendadak naik.

Informasi Tribun, sejumlah pengendara yang parkir di Jalan Cut Nyak Dien, Kota Pekanbaru harus membayar mahal pada saat Car Free Day (CFD).

Ada dugaan oknum juru parkir atau jukir yang meminta uang parkir Rp 3.000 untuk sepeda motor sekali parkir.

Sedangkan pengendara mobil atau roda empat harus membayar Rp 5.000 untuk sekali parkir di kawasan itu. Pengendara pun harus membayar langsung uang parkir.

Pungutan parkir itu tidak sesuai Peraturan Daerah (perda) No.3 tahun 2009 tentang Parkir dan Retribusi Parkir. Sesuai peraturan itu retribusi parkir untuk sepeda motor atau roda dua hanya Rp 1.000 untuk satu kali parkir.

Kendaraan dinas atau pribadi roda empat besaran pungutannya cuma Rp 2.000 tiap kali parkir.

"Itu ilegal tidak boleh mengutip melebihi retribusi parkir yang ada," tegas Kepala UPT Perparkiran Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru, Khairunnas kepada Tribun, Minggu (1/3/2020).

Menurutnya, masyarakat bisa memotret oknum juru parkir bila meminta uang parkir melebihi perda yang ada. Ia mengingatkan bahwa pihaknya tidak pernah mengeluarkan Surat Perintah Tugas (SPT) tersebut.

Khairunnas menjelaskan bahwa SPT tetap dengan perda yang berlaku yakni Rp 1.000 untuk sepeda motor dan Rp 2.000 mobil.

Mereka yang tidak punya SPT saat mengutip parkir lebih dari perda berarti ilegal.

Pihaknya bakal memanggil koordinator juru parkir yanng mengutip melebihi perda.

"Kalau memang tidak punya SPT saat mengutip Rp 5.000, berarti ilegal," ujarnya.

( Tribunpekanbaru.com / Fernando Sikumbang )

Penulis: Fernando
Editor: Ilham Yafiz
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved