Viral

VIDEO Viral Wali Murid Hukum Merangkak di Ruang Kelas, Marah Lantaran Anak Dapat sanksi

Video yang beredar itu juga direkam oleh wali murid lain yang ikut memberikan hukuman pada guru tersebut. sang guru yang tengah mengajar

Berita viral hari ini adalah sebuah video seorang guru yang diperintah oleh wali murid untuk merangkak mengelilingi kelas.

Video ini menjadi bukti jika jasa seorang guru sebagai tenaga didik sungguh tak dihargai.

Video viral itu menampakkan seorang guru di Malaysia menjalani hukuman dari wali murid lantaran tak terima anaknya dihukum.

Tampak ibu guru tersebut dihukum wali murid merangkak mengitari kelas dengan berjongkok.

Berikut 3 hal terkait dengan kejadian tersebut sebagaimana dikutip dari Nakita.

1. Sudah diberi pengertian

Awalnya, wali murid yang memberi hukuman itu sudah diberi pengertian oleh guru lainnya soal alasan mengapa anaknya dihukum.

//
// <\/scr"+"ipt>"); // ]]>

Namun, wali murid itu tetap berkilah bahkan menyampaikan sang anak tak ingin masuk sekolah dan trauma bertemu guru yang telah menghukumnya.

Wali murid tersebut seakan menutup mata dan menyangkal jika anaknya tak pantas dihukum.

2. Dihukum merangkak keliling kelas

Akhirnya, sang guru yang tengah mengajar pun diminta merangkak mengelili kelas.

Video yang beredar itu juga direkam oleh wali murid lain yang ikut memberikan hukuman pada guru tersebut.

3. Viral dan dapat sorotan dari pengacara

Video yang mendapat respons puluhan ribu netizen itu mendapat sorotan dari salah satu pengacara.

Melalui akun Facebook, sang pengacara tersebut pun meminta bantuan pada netizen lain untuk memberitahu mengenai profil dari guru yang ada dalam video tersebut.

Ia juga sempat mengungkap jika orang tua murid harus bisa mendidik sang anak dengan baik dan benar agar tidak mendapat hukuman di sekolah.

Sebelumnya, di Indonesia hampir terjadi kasus serupa namun lebih ekstrim.

Seorang guru yang menjadi korban pengeroyokan oleh wali murid SD di Gowa, Sulawesi Selatan.

Sosok bu guru yang dikeroyok wali murid SD tersebut bernama Astiah, ia diserang oleh sejumlah pelaku yang merupakan wali murid siswa tempatnya mengajar.

Video pengeroyokan Astiah ini beredar luas di media sosial Facebook dan banyak mendapat tanggapan dari warganet.

Akibat pengeroyokan ini, Astiah mengalami sejumlah luka di bagian wajah.

Berikut kronologi hingga pemicu peristiwa pengeroyokan terhdap guru yang sedang mengajar di kelas.

Screenshot video saat guru SD di Pabangiang, Gowa, Astiah dikeroyok orangtua murid.
Screenshot video saat guru SD di Pa'bangiang, Gowa, Astiah dikeroyok orangtua murid. (TRIBUN GOWA/ARI MARYADI)

Peristiwa pengeroyokan ini terjadi di SD Negeri Pa'bangiang, Jalan Andi Tonro, Kecamatan Somba Opu.

Kejadian bermula kala Astiah sedang menagajar di kelas pada Rabu (4/9/2019).

Namun tiba-tiba beberapa orang menyerangnya saat aktifitas belajar mengajar masih berlangsung.

 Astiah mengatakan bahwa pengeroyokan tersebut dilakukan oleh empat pelaku yang terjadi dua wali murid dan 2 anaknya.

"Mereka masuk kelas dan mengeroyok ketika sedang mengajar," kata Astiah.

Astiah pun tidak menyangka dirinya diserang di tengah aktifitas pembelajaran.

Alhasil, kejadian ini turut disaksikan siswa SD yang diajarnya.

Setelah diusut lebih lanjut, penyebab Astiah dikeroyok dipicu adanya perkelahian antar murid di dalam kelas.

Astiah yang mengetahui aksi tersebut tentu berusaha menghentikan perkelahian dengan melerai keduanya.

Meski sudah didamaikan, salah seorang wali murid ternyata tidak terima dengan keputusan tersebut.

"Tapi orangtua salah satu siswa tidak terima. Padahal sudah didamaikan," katanya.

Wali murid yang tidak terima ini lantas mendatangi Astiah yang sedang mengajar dan langsung menyerangnya.

Diduga, pelaku marah kepada Astiah karena tidak terima lawan anaknya tidak dihukum.

Akibat pengeroyokan ini, Astiah mengalami luka di wajah.

Akibat peristiwa ini, Astiah didampingi pihak sekolah lantas mengambil jalur hukum untuk menuntaskan kasus ini.

Astiah telah melaporkan pelaku pengeroyokan ke Polsek Somba Opu.

Kepala SD Negeri Pa'bangiang, Nurjannah yang dikonfirmasi membenarkan hal itu.

"Kami bawa kasus ini ke ranah hukum. Siswa yang bersangkutan juga akan kami keluarkan dari sekolah," ungkapnya.

Kapolsek Somba Opu membenarkan laporan kasus guru SD dikeroyok orang tua murid ini.

"Iya, sudah ada masuk laporannya. Sementara kita masih proses penyelidikan terkait kasus ini.," kata Kapolsek Somba Opu, Kompol Syafei.

"Untuk perkembangan selanjutnya nanti kita sampaikan," bebernya saat dihubungi melalui telepon selulernya.

Beberapa jam setelah diadukan korban, polisi kemudian menangkap pelaku di rumahnya.

Editor: David Tobing
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved