Breaking News:

Berita Riau

SEJARAH Kekerabatan Melayu Riau-Malaysia, Dari Haji M Yassin hingga Tan Sri Dato’ Muhyiddin Muhammad

Sejarah kekerabatan Melayu Riau dengan Melayu Malaysia melihat dari Haji M Yassin hingga Perdana Menteri Malaysia Tan Sri Dato’ Muhyiddin Muhammad

Penulis: Nasuha Nasution | Editor: Nolpitos Hendri
Tribun Pekanbaru/Ilustrasi/Nolpitos Hendri
SEJARAH Kekerabatan Melayu Riau-Malaysia, Dari Haji M Yassin hingga Tan Sri Dato’ Muhyiddin Muhammad 

SEJARAH Kekerabatan Melayu Riau- Malaysia, Dari Haji M Yassin hingga Tan Sri Dato’ Muhyiddin Muhammad

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU -  Sejarah kekerabatan Melayu Riau dengan Melayu Malaysia melihat dari Haji M Yassin hingga Perdana Menteri Malaysia Tan Sri Dato’ Muhyiddin Muhammad.

Hubungan antara Melayu Riau dengan Malaysia tidak bisa dipungkiri lagi, memang sangat erat, karena masih dalam kesatuan serumpun negeri Melayu.

Termasuk Melayu Kepulauan Riau dan Riau bagian Pesisir.

Yang paling erat lagi hubungan antara wilayah Muar Johor dengan Siak Riau, karena dua daerah ini memiliki sejarah panjang tentang perjalanan kerajaan Johor yang meliputi sebagian wilayah Riau pesisir.

Sehingga tidak salah ketika almarhum Tuan Guru Haji Muhammad Yassin bin Muhammad, yang juga ayah dari Perdana Menteri Malaysia yang baru Tan Sri Dato’ Muhyiddin Muhammad berasal dari Siak.

Tuan Guru Haji Muhammad Yassin lahir pada tahun 1902 Masehi di Siak dan meninggal dunia pada 73 tahun.

Budayawan Riau Taufik Ikram Jamil mengatakan, hubungan masyarakat Muar Johor dengan Siak Riau itu tidak bisa dipisahkan.

Bahkan sampai sekarang kekerabatan masih terjalin.

"Satu kesatuan sebenarnya antara Malaysia dengan Riau itu, kerajaan Melayu di Johor, Malaka, Muara Takus dan Siak wilayahnya masuk Riau. Jadi sejak dulu sudah terbiasa berlalu lalang orang dari Siak dan Riau pesisir khusunya ke Malaysia itu," ujar Taufik Ikram Jamil.

Bahkan Taufik Ikram Jamil memberikan misal daerah di Riau yang masih menjalankan tradisi yang sangat erat dengan daerah seberang Malaysia, terjadi di Rupat, biasanya bila ada acara pernikahan, masih biasa tukang masak kerabat mereka datang dari seberang.

"Jadi ya, memang satu rumpun dan satu keluarga, makanya salin jenguk dan salin berlalu lalang," ujar Taufik Ikram Jamil.

Bahkan untuk dari sisi bahasa sendiri, Taufik Ikram Jamil mengatakan sebenarnya tidak ada perbedaan antara Melayu di Riau terutama bagian pesisir dengan Malaysia.

"Bahasanya sebenarnya sama, bukan meniru tapi sama satu kesatuan," jelasnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved