Breaking News:

Karhutla di Riau 2020

Karhutla di Riau 2020 Semakin Parah, Lahan Terbakar di Dumai Mencapai 55,3 Hektar

BPBD Kota Dumai, Afrilagan mengungkapkan, ‎sampai 2 Maret 2020 luas lahan terbakar di Dumai mencapai 55,3 hektar

istimewa
Karhutla di Riau 2020 Semakin Parah, Lahan Terbakar di Dumai Mencapai 55,3 Hektar. Anggota Denrudal 004 Dumai ikut membantu memadamkan karhutla di Dumai. Hingga saat ini sudah 49,5 hektare lahan hangus akibat karhutla. 

Karhutla di Riau 2020 Semakin Parah, Lahan Terbakar di Dumai Mencapai 55,3 Hektar

TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI - Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Dumai, Afrilagan mengungkapkan, ‎sampai 2 Maret 2020 luas lahan terbakar di Dumai mencapai 55,3 hektar.

Ia menambahakan, Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), di kota Dumai, tersebar di beberapa kecamatan, yang paling parah terjadi di Kecamatan Sungai Sembilan, luas lahan terbakar seluas 28,5 hektare (Ha)

Diakuinya, 28,5 Ha yang ada di Sungai Sembilan tersebut, terjadi di Kelurahan Bangsal Aceh 9 Ha, Kelurahan Lubuk Gaung 19 Ha dan di Kelurahan Tanjung Penyebal 0,5 Ha.

"Untuk kebakaran lahan di Kecamatan Medang Kampai ada 15,25 Ha dengan rincian, Kelurahan Teluk Makmur 11,25 Ha dan Kelurahan Guntung 3 Ha, serta kelurahaan Mundam 1 Ha," katanya, Selasa (3/2/2020).

Lebih lanjutditerangkanya, di Kecamatan Dumai Barat lahan yang terbakar seluas 4,75 Ha dengan rincian di Kelurahan Purnama 2 Ha, Kelurahan Bagan Keladi 2,25 Ha.

Afrilagan menjelaskan, Kecamatan Dumai Timur yang tebakar seluas, 2,55 Ha dengan rincian di Kelurahan Teluk Binjai 0,25 Ha, Kelurahan Tanjung Palas 1 Ha dan Kelurahan Bukit Batrem 0,3 Ha, serta kelurahaan jaya Mukti 1 Ha.

"Kebakaran lahan juga terjadi di Kecamatan Dumai Selatan seluas 4,25 Ha dengan rincian di Kelurahan Bukit Datuk 1,5 Ha, Kelurahan Bukit Timah 0,75 Ha, Kelurahan Mekar Sari 2 Ha," terangnya.

Disebutkanya, data- data tersebut hasil rekapitulasi dan laporan harian tim reaksi cepat (TRC) BPBD Kota Dumai, dari Januari hingga 2 Maret 2020.

Untuk kesulitan, tambah Afrilagan, ada beberapa, seperti jauhnya sumber air dari lokasi titik Api, sumber air terbatas, kondisi jalan menuju titik api sulit, dan Angin kncang dan lain sebagainya.

Halaman
123
Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved