Bengkalis

Sempat Dilaporkan ke Polisi, Anggota DPRD Bengkalis NH Tak Terbukti Penipuan, Pelapor Sepakat Damai

Ini terungkap setelah dilakukan pemanggilan oleh pihak Satreskrim Polres Bengkalis, Selasa.

Sempat Dilaporkan ke Polisi, Anggota DPRD Bengkalis NH Tak Terbukti Penipuan, Pelapor Sepakat Damai
Tribun Pekanbaru/Muhammad Natsir
Kesepakatan damai antara perusahaan dan pelapor pengusaha asal Pekanbaru, Selasa (3/3/2020) petang kemarin di ruangan Reskrim Polres Bengkalis. 

TRINBUNPEKANBARU.COM, BENGKALIS - Anggota DPRD Bengkalis berinisial NH yang sempat dilaporkan oleh pengusaha asal Pekanbaru Bambang L Hakim terkait dugaan penipuan beberapa waktu lalu ternyata tidak terbukti.

Ini terungkap setelah dilakukan pemanggilan oleh pihak Satreskrim Polres Bengkalis, Selasa (3/3/2020) petang kemarin.

Selain itu hasil pemeriksaan Polres Bengkalis pelapor dan terlapor PT Riau Sejahtera Mandiri (RSM) akhirnya berdamai.

Pihak perusahaan di kuasakan kepada Isda Aswawi dan Safrudin akan membayarkan segala utang perusahaan kepada pengusaha.

Perusahaan akan melunasi utang kepada Bambang L. Hakim sebesar Rp 75 juta dari sisa yang belum dibayarkan selama kurun waktu dua bulan.

Kemudian dalam kesepakatan itu, juga tidak melibatkan sama sekali Anggota DPRD Bengkalis NH karena pada waktu itu menjabat sebagai Direktur PT RSM dan dilaporkan memiliki utang mencapai Rp 325 juta, padahal kenyataannya, sama sekali tidak terlibat.

Anggota DPRD Bengkalis, NH usai pemeriksaan kemarin mengatakan, pihaknya sempat dimintai keterangan, setelah diperiksa ternyata dirinya sama sekali tidak terlibat dalam perusahaan itu lagi.

Terkait dengan adanya laporan dugaan penipuan itu, sepenuhnya merupakan tanggung jawab penerima kuasa dari direktur perusahaan.

"Intinya saya tidak terlibat terhadap persoalan atau perkara yang dilaporkan itu atau sedang berjalan. Alhamdulillah berhasil di musyawarahkan dan mencapai mufakat oleh kawan kawan yang sebelumnya bahwa saya sebagai terlapor disitu. Jadi tuduhan terhadap saya sangat tidak benar dan karena sepenuhnya tanggung jawab dari yang diberikan kuasa," tegasnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum Bambang L Hakim, Adha Nuraya mengatakan, bahwa laporan itu awalnya berdasarkan nama direktur yang dituliskan dalam cek yang diberikan kepada kliennya. Karena itu, kliennya mencari yang bersangkutan.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Natsir
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved