Breaking News:

Asap Karhutla di Riau

ASAP Akibat Karhutla di Riau Nyaris Menyelimuti, Untung Hujan, Karhutla di Sejumlah Daerah pun Padam

Asap akibat Karhutla di Riau nyaris menyelimuti sejumlah daerah, untung hujan, Karhutla di sejumlah daerah pun padam.

Tribun Pekanbaru/T Muhammad Fadli
ASAP Akibat Karhutla di Riau Nyaris Menyelimuti, Untung Hujan, Karhutla di Sejumlah Daerah pun Padam 

ASAP Akibat Karhutla di Riau Nyaris Menyelimuti, Untung Hujan, Karhutla di Sejumlah Daerah pun Padam

TRIBUNPEKANBARU.COM, TEMPULING - Asap akibat Karhutla di Riau nyaris menyelimuti sejumlah daerah, untung hujan, Karhutla di sejumlah daerah pun padam.

Karhutla yang padam yakni di Bengkalis dan di Indragiri Hilir.

Kebakaran Hutan dan Lahan atau Karhutla di Parit Minang, Kelurahan Sungai Salak, Kecamatan Tempuling akhirnya padam berkat hujan yang mengguyur wilayah tersebut.

Meskipun begitu, Danramil 03/Tempuling Kapten Arh Sugiyono tetap mengerahkan para anggota Koramil 03/Tempuling untuk melaksanakan patroli.

Para anggota Koramil 03/Tempuling dikerahkan untuk melaksanakan pengecekan terhadap titik api di wilayah Kecamatan Tempuling dan memastikan Karhutla benar-benar padam total, Jum’at (6/3).

Danramil 03/Tempuling Kapten Arh Sugiyono, menuturkan, pemantauan langsung dilakukan terhadap wilayah teritorial yang terjadi Karhutla serta rawan Karhutla.

“Seperti di Desa Karya Tunas Jaya, kami menurunkan 2 orang personil, Parit Minang Sungai Salak 4 orang personil, Desa Teluk Kiambang 3 orang personil dan di Desa Mumpa sebanyak 2 orang personil,” ujar Danramil.

Danramil 03/Tempuling Kapten Arh Sugiyono menghimbau agar masyarakat ikut peduli terhadap lingkungan dan masalah Karhutla ini dengan tidak lagi mengolah lahan dengan cara membakar.

“Karhutla menyebabkan berbagai efek negatif bagi kehidupan lingkungan. Dampak negatif dari terjadinya Karhutla seperti kerusakan seperti rusaknya lingkungan, terganggunya tata air, musnahnya sumber plasma, berkurangnya keanekaragaman hayati, timbulnya erosi serta polusi udara oleh asap dan yang paling fatal dapat menyebabkan penyakit bagi manusia seperti gangguan pernapasan,” pungkasnya.

Halaman
123
Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved