10 Fakta Lengkap Siswi Dibully 5 Pelajar di Bolmong, Pengakuan ABH hingga Geramnya Menteri PPPA

Inilah deretan 10 fakta lengkap video viral siswi SMK di Bolaang Sulawesi Utara dibully hingga digerayangi oleh 5 pelajar kawannya sendiri.

Kolase Kompas.com/TribunManado.com
10 Fakta Lengkap Siswi Dibully 5 Pelajar di Bolmong, Pengakuan ABH hingga Geramnya Menteri PPPA 

10 Fakta Lengkap Siswi Dibully 5 Pelajar di Bolmong, Pengakuan ABH hingga Geramnya Menteri PPPA

TRIBUNPEKANBARU.COM - Inilah deretan 10 fakta lengkap video viral siswi SMK di Bolaang Sulawesi Utara dibully hingga digerayangi oleh 5 pelajar kawannya sendiri.

Aksi lima pelajar yang membully siswi SMK di Bolaang Sulawesi Utara kini tengah menjadi sorotan publik.

Tak hanya kepala sekolah yang merasa terpukul, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga mengaku geram dengan tindakan lima pelajar SMK tersebut.

Tak hanya melakukan perundungan pada temannya, salah satu dari lima pelajar tersebut diketahui orang pertama yang menyebar video tersebut hingga viral.

Demi mengusut tuntas kasus tersebut Kementerian PPPA telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak.

Pihak yang ikut berkoordinasi antara lain tim cyber crime Bareskrim Polri, Reskrim Polda setempat dan pihak sekolah.

Hingga kini kelima pelajar dan korban masih menjalani pemeriksaan di Polsek Bolaang.

Korban hanya mampu menitikkan air matanya saat diminta polisi untuk menceritakan hal yang terjadi.

Korban dan terduga pelaku bully siswi SMK di Bolmong diperiksa polisi
Korban dan terduga pelaku bully siswi SMK di Bolmong diperiksa polisi (Tribun Manado)
//
// <\/scr"+"ipt>"); // ]]>

Dari pemeriksaan diketahui bahwa video viral tersebut sudah terjadi pada 26 Februari 2020 lalu.

Namun, video tersebut baru diunggah ke media sosial pada Senin (9/3/2020).

Dilansir dari TribunManado.com, inilah 10 fakta lengkap kasus siswi SMK yang di bully beramai-ramai oleh rekannya sendiri.

1. Status 5 Siswa Terduga

Kapolres Bolmong AKBP Indra Pramana menyatakan, pihaknya hati - hati dalam menangani kasus pelecehan seksual terhadap seorang siswi sebuah SMK di Kabupaten Bolaang Mongondow oleh lima teman sekelasnya.

"Kami berhati - hati dalam menangani masalah ini, karena semuanya masih di bawah umur," kata dia.

Menurut Kapolres, para siswa yang melakukan pelecehan tersebut tak tepat disebut pelaku tapi anak yang berhadapan dengan hukum.

"Status mereka anak berhadapan dengan hukum," kata dia.

Dikatakan Kapolres, pihaknya tengah mendalami kasus tersebut.

Semua yang terlibat dipanggil untuk diperiksa.

Untuk sanksi, kata dia, akan mengacu pada UU perlindungan anak.

"Pasal 82 UU no 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak," kata dia.

2. Teman Sekelas

Korban dan 5 terduga pelaku bully ternyata teman akrab.

"Mereka kawan sekelas," kata Kapolres Bolmong AKBP Indra Pramana.

Sebut Indra, pengakuan lima anak itu dan korban, perbuatan itu hanya candaan.

Korban tak merasa apa apa sampai kemudian video itu viral.

3. Diunggah di WA

Bolmong AKBP Indra Pramana mengungkapkan video tersebut diunggah lewat WA stori pada Senin (09/03/2020).

"Seorang siswa perempuan berinisial NR menaruh video itu di story WA nya kemudian tersebarlah," kata dia.

Sebut Kapolres pihaknya akan menelusuri penyebar video tersebut.

4. Peran 5 ABH

Kasat Reskrim Polsek Bolaang AKP M Ali Tahir membeber peran kelima siswa tersebut.

Seorang siswa wanita berinisial R (17) merekam video itu.

Siswa pria N (17) memegang kaki korban.

P (16) siswa pria memegang lengan kiri korban dan N (17), siswa wanita, memegang lengan kanan korban.

Tangan yang meraba alat sensitif korban milik dua siswi wanita yakni P (17) dan N (17).

Korban sendiri berinisial R (17).

"Pengakuannya mereka hanya bercanda," kata dia.

Ungkapnya, keberatan datang dari orang tua korban setelah video itu viral.

5. Kepsek Terpukul

Kepsek SMK di Bolmong yang jadi viral gara - gara video pelecehan seksual siswanya mengaku terpukul.

"Minta maaf pak saya belum bisa kasih komentar, saya terpukul," kata dia kepada Tribun Manado di kantor Polres Bolmong, Selasa (10/3/2020).

Ia mengaku sulit tidur semalam gara - gara memikirkan kasus tersebut.

Tampak ia letih dan matanya memerah.

Bersama seorang guru, dirinya memenuhi pemeriksaan di Polsek Bolaang.

Kepala DP3A Kabupaten Bolmong Farida Mooduto mengungkapkan, pihaknya sudah mengklarifikasi kejadian itu ke Kepsek SMK tersebut.

"Ia membenarkan hal itu. Dirinya tahu setelah dilapori bagian kesiswaan," katanya.

Farida mengatakan, pihaknya akan turun ke SMK tersebut bersama dengan pihak Polres Bolmong.

6. Polisi Periksa Terduga Pelaku dan Korban

Polisi periksa 5 siswa diduga pelaku dan satu siswa korban bully di SMK Bolmong Polsek Bolaang, Selasa (10/3/2020).

Amatan Tribun, lima siswa dan korban menjalani pemeriksaan terpisah.

Kelimanya di ruangan sebelah kiri dan korban sebelah kanan ruangan Reskrim.

Tiga dari lima siswa tersebut adalah pria.

Mereka tampak tertunduk lesu.

Dua siswi lainnya terlihat menutupi mulut dengan kain.

Sementara siswi korban tampak memberi keterangan pada polisi sambil meneteskan air mata.

7. Pengakuan Terduga Pelaku

N seorang terduga pelaku kepada Tribun membeber, perbuatan tersebut hanya iseng saja. "Torang cuma bakusedu (kami hanya bercanda)," kata dia.

Menurut dia, peristiwa itu terjadi pada 26 Februari 2020, saat jam istirahat.

Seorang siswa wanita lantas mengupload video tersebut pada Senin kemarin.

"Kami tak menyangka bakal seperti ini," katanya.

Ia mengaku menyesal.

Kadis DP3A Bolmong Farida Mooduto menyatakan, pihaknya melakukan pendampingan terhadap siswa korban dan lima siswa tersebut.

"Mereka sama sama korban jadi kami berikan pendampingan psikologis," katanya.

Farida menegaskan pihaknya bakal mengawal kasus tersebut.

Ilustrasi
Ilustrasi (ibtimes.co.in)

8. Video Viral

Video 20 detik tersebut viral di media sosial.

Tampak empat orang remaja melakukan aksi tidak pantas dipertontonkan dan seorang merekamnya.

Mereka melakukan pelecehan terhadap seorang siswi SMA.

Tampak dalam video amatir yang beredar, empat orang remaja, tiga laki-laki dan seorang perempuan memegangi kaki dan tangan korban perempuan.

Mirisnya, seorang teman perempuan yang ikut memegangi korban tampak tertawa lepas.

Dia malah ikut-ikutan bersama temannya yang sudah beberapa kali terdengar minta ampun.

9. Respon Kepala Dinas Pendidikan Sulut

Kepala Dinas Pendidikan Daerah (Kadisdik) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) memberikan tanggapan terkait video kasus perundungan (bullying) kepada siswa perempuan.

dr Grace Punuh menyampaikan, turut prihatin dengan video viral terkait bullying terhadap pelajar perempuan itu.

Kejadian yang sangat meresahkan masyarakat itu diduga terjadi di sebuah institusi pendidikan di Kabupaten Bolmong, Provinsi Sulut.

"Kami turut prihatin, akan dicek dan ditelusuri siswa sekolah mana," kata Kadisdik Sulut melalui pesan singkat kepada Tribun Manado, Selasa (10/03/2020).

Ia mengimbau, supaya kejadian yang menyedihkan itu tidak akan terulang lagi di kemudian hari.

"Peran guru, kepala sekolah dan pengawas harus bersinergi," jelasnya.

Tutur dia, sekolah memiliki tata tertib yang harus ditaati oleh semua siswa.

"Setiap sekolah ada tata tertib untuk siswa dan harus ditindaklanjuti," pungkasnya.

10. Menteri PPPA Geram

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga saat peresmian gedung UPTD PPPA di Mataram, NTB
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga saat peresmian gedung UPTD PPPA di Mataram, NTB ((KOMPAS.COM/IDHAM KHALID))

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga prihatin sekaligus geram atas video viral di media sosial yang menggambarkan seorang siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) mengalami perundungan.

Menurut Bintang, aktivitas yang terekam dalam video itu sudah bukan lagi perundungan, melainkan juga kekerasan seksual.

"Saya merasa prihatin dan geram terhadap video tersebut yang kami anggap sebagai bentuk kekerasan dan perundungan terhadap siswi," kata Bintang melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (10/3/2020).

"Terlebih lagi, kasus ini terjadi di institusi pendidikan dan dilakukan secara sadar kemudian direkam dan disebarluaskan hingga viral," lanjut dia.

Pihak yang dikoordinasikan, antara lain tim cyber crime Bareskrim Polri, Reskrim Polda setempat serta pihak sekolah.

Dijadwalkan, Selasa pagi ini kepolisian setempat akan mendatangi tempat kejadian perkara yang diduga berada di salah satu sekolah di Kabupaten Bolaang Mongondow, Provinsi Sulawesi Utara.

"Hasil perkembangan kasus ini juga akan dilaporkan," ujar Menteri PPPA.

Ia memastikan, kasus ini akan segera diselesaikan.

Bersamaan dengan itu, Bintang mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan video siswi SMA tersebut atau malah menampilkan identitas korban.

"Saya juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menyebarkan video yang menampilkan identitas korban sesuai Pasal 64I Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak," lanjut dia.
Diberitakan sebelumnya, Tim Siber Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Sulawesi Utara menelusuri video seorang siswi sekolah menengah atas (SMA) digerayangi murid lain yang viral di media sosial.

Penelusuran dilakukan karena video yang merekam dugaan perundungan dan pelecehan seksual itu diduga terjadi di Sulawesi Utara.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes (Pol) Jules Abbast mengatakan, polisi masih menelusuri video tersebut.

"Saat ini Tim Siber Ditkrimsus masih menelusuri terkait video tersebut," kata Jules lewat pesan singkat saat dikonfirmasi, Senin (9/3/2020) malam.

Jules belum bisa menyampaikan lebih jauh terkait video tersebut.

"Masih dilakukan penyelidikan," ujar Jules.

Artikel ini telah tayang di TribunManado.com dengan judul 10 Fakta Lengkap Siswi Dibully 5 Pelajar di Bolmong, Pengakuan ABH hingga Geramnya Menteri PPPA

Editor: Hendri Gusmulyadi
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved