Breaking News:

Masyarakat Anggota Kopsa M Salat Berjamaah, dan Doa Bersama di PN Bangkinang, Ada Apa?

Puluhan orang menggelar shalat hajad dan yasinan serta berdoa di Halaman Pengadilan Negeri Bangkinang, Selasa (10/3/2020).

Penulis: Ikhwanul Rubby | Editor: Ilham Yafiz
TRIBUN PEKANBARU / IKHWANUL RUBBY
Puluhan orang menggelar shalat hajad dan yasinan serta berdoa di Halaman Pengadilan Negeri Bangkinang, Selasa (10/3/2020). 

Masyarakat Anggota Kopsa M Salat Berjamaah, dan Doa Bersama di PN Bangkinang, Ada Apa?

TRIBUNPEKANBARU.COM – Puluhan orang menggelar salat hajad dan yasinan serta berdoa di Halaman Pengadilan Negeri Bangkinang, Selasa (10/3/2020).

Orang-orang ini diketahui merupakan masyarakat anggota dari Koperasi Petani Sawit Makmur (Kopsa-M).

Aksi ini dilakukan masyarakat dalam rangka bermohon Gugatan Wanpreastasi dari Kopsa-M terhadap PTPN V sebagai perusahaan induk pengelola perkebunan KKPA masyarakat dikabulkan.

Terdengar dalam aksi tersebut masyarakat berdoa bersama meminta dari Yang Maha Kuasa agar gugatan koperasi kabulkan.

Kalimat doa tersebut juga tampak terpasang pada dinding yang mereka tumpangi. Kalimat tersebut berbunyi "kami memohon kepada bapak Hakim supaya memutuskan perkara yang seadil-adilnya".

Tampak beberapa orang yang turut serta sampai meneteskan air mata. Terpancar dari wajah mereka yang penuh harapan akan keadilan.

Gelaran doa ini menjelang pembacaan putusan oleh Majelis Hakim PN Bangkinang terhadap perkara perdata yang dimohonkan Kopsa-M melawan PT Perkebunan Nusantara V.

Terkait perkara ini, beberapa waktu lalu Koperasi Petani Sawit Makmur (Kopsa-M) Desa Pangkalan Baru Kecamatan Siak Hulu melayangkan gugatan Wanprestasi dalam pembangunan Kebun Kelapa Sawit Pola KKPA seluas 1.650 Ha terhadap PT. Perkebunan Nusantara V selaku bapak angkat pada bulan Agustus 2019 yang lalu.

Gugatan dengan Nomor Perkara 99/PDT-G/2019/PN.Bkn tersebut dipimpin Majelis Hakim Unggul Tri Esthi Muljono (Ketua PN Bangkinang) dan hakim anggota Nurafriani Putri dan Ira Rosalin.

Gugatan diajukan karena berdasarkan hasil penilaian teknis Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kampar kebun KKPA yang dibangun oleh PTPN V harus direplanting (ditanam ulang) untuk seluruhnya. Artinya kebun yang dibangun oleh PTPN V adalah kebun gagal.

“Hasil penilaian dari Disbun Kampar, total luas kebun yang masih produktif hanya seluas 369,7 hektar atau sekitar 26,20 persen dari lahan yang ada. Akan tetapi karena letaknya terpencar dalam 24 Blok sehingga tidak efektif dan berbiaya tinggi untuk dilakukan perawatan sehingga Dinas Perkebunan Kabupaten Kampar merekomendasikan agar seluruh lahan dilakukan replanting,” Sebut Penasehat Hukum Kopsa-M, Suwandi.  

Dikatakan Suwandi, sebenarnya kebun tersebut tidak layak diberi fasilitas kredit sebesar Rp 83 milyar.

Karena agunannya adalah kebun gagal yang produksinya pada saat pengajuan kredit tersebut pada tahun 2013 hanya berkisar 350 ton perbulan, cicilan kredit yang hampir Rp 1 milyar perbulan sulit dipenuhi.

( Tribunpekanbaru.com / Ikhwanul Ruby )

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved