Ada Kopi ber SNI, Badan Standarisasi Nasional Sebut Ada Enam Jenis, Ini Dia

Kopi saat ini tidak hanya menjadi komoditas industri saja tapi juga merupakan sebuah gaya hidup masyarakat modern saat ini.

TRIBUN PEKANBARU / ALEX SANDER
Festival Kopi ber SNI di Riau yang dilaksanakan BSN Riau, Pimpinan KLT BSN Riau, Daya Aruna (paling kanan) bersama pihak lainnya, mengangkat tema Riau melek kopi ber SNI, yang dilaksanakan di TikTok Cafe Jalan Arifin Ahmad Pekanbaru, Rabu (11/3/2020). 

Ada Kopi ber SNI, Badan Standarisasi Nasional Sebut Ada Enam Jenis, Ini Dia

TRIBUNPEKANBARU.COM - Kopi saat ini tidak hanya menjadi komoditas industri saja tapi juga merupakan sebuah gaya hidup masyarakat modern saat ini.

Kopi yang merupakan hasil perkebunan Indonesia ini memang sedang digemari masyarakat dari berbagai usia dan kalangan.

Berdasarkan International Coffee Organization, Indonesia menempati peringkat keempat terbesar di dunia dari segi hasil produksi sebanyak 12 juta karung kopi, setelah Brazil, Vietnam dan Kolombia.

Pimpinan Kantor Layanan Teknis (KLT) Badan Standarisasi Nasional (BSN) Riau, Daya Aruna mengatakan, saat ini pihak BSN telah menerbitkan 6 jenis Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk produk kopi. Ke-6 SNI tersebut meliputi SNI 01-3542-2004 Kopi bubuk; SNI 2907:2008 Biji Kopi; SNI 7708:2011 Kopi gula krimer dalam kemasan; SNI 2983:2014 Kopi Instan; SNI 4314:2018 Minuman kopi dalam kemasan; serta SNI 8773:2019 Kopi Premiks.

Ilustrasi minuman kopi hitam hangat.
Ilustrasi minuman kopi hitam hangat. (unsplash @thepaintedsquare)

"SNI kopi tersebut harus disosialisasikan kepada publik sebagai acuan dan jaminan keamanan masyarakat penikmat kopi. Dari 6 SNI tersebut satu di antaranya merupakan SNI wajib yakni SNI 2983:2014 Kopi Instan," kata Daya Aruna, Kamis (12/3/2020).

Daya Aruna menambahkan, selain sebagai negara yang memproduksi kopi terbesar keempat didunia menurut data BPS menunjukkan bahwa nilai ekspor kopi Indonesia pada 2018 adalah 806,8 juta dolar Amerika atau sekitar Rp 11,5 triliun.

Selain itu, International Coffee Organization juga mengatakan Indonesia adalah negara pengekspor terbesar kelima di dunia.

Melihat besarnya potensi industri kopi di nusantara ini maka tentunya pemerintah harus konsen menciptakan lingkungan yang kondusif untuk perkembangan industri kopi di Indonesia.

"Tentunya petani dan pelaku usaha pun harus mulai sadar akan pentingnya standardisasi dalam tiap aspek produksi kopi," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Alex
Editor: Ilham Yafiz
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved