40 Persen Tenaga Kesehatan Puskemas di Riau Masih Berstatus Non PNS

Sejumlah persoalan dunia kesehatan di Provinsi Riau. Diantaranya terkait masih banyaknya tenaga kesehatan di Puskemas yang masih berstatus non PNS

Dok. Kemendagri
Ilustrasi 

40 Persen Tenaga Kesehatan Puskemas di Riau Masih Berstatus Non PNS

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Riau, Mimi Yuliani Nazir mengungkapkan sejumlah persoalan dunia kesehatan di Provinsi Riau. Diantaranya adalah terkait masih banyaknya tenaga kesehatan di Puskemas yang masih berstatus non PNS.

"Tenaga kesehatan puskesmas di Riau 40 persennya masih berstatus non PNS dan baru 60 persen tenaga kesehatannya yang berstatus PNS," kata Mimi, Jumat (13/3/2020).

Kondisi dunia kesehatan yang terjadi di Provinsi Riau sempat disampaikan ke pihak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) saat acara penguatan program Farmasi dan Alkes belum lama ini di Pekanbaru.

Selain masih banyaknya petugas kesehatan yang masih berstatus non PNS, Mimi juga menyampaikan sejumlah kegiatan - kegiatan yang terkait dengan obat - obatan atau farmasi. Mimi mengungkapkan, banyak temuan di lapangan obat-obatan yang sudah kadaluarasa.

"Masih banyak obat - obat program yang di droping lebih dari pada kebutuhan yang di butuhkan provinsi dan kabupaten kota. Sehingga banyak obat-obatan yang expired di intaslasi farmasi provinsi maupun kabupaten/kota," ujarnya.

Ditambahkannya, begitu juga dengan obat - obat rujuk balik yang masih belum tersedia di kabupaten kota, karena banyaknya pasien - pasien yang dari kabupaten kota pergi berobat ke Rumah Sakit (RS) yang ada di Kota Pekanbaru.

"Kita punya satu rumah sakit jiwa, dan setelah pulang ke kabupaten kota mereka tidak mendapatkan obat-obatan untuk ODGJ tersebut. Sehingga mereka rela datang ke provinsi demi mendapatkan obat itu di Rumah Sakit Jiwa. Obatnya memang gratis, tapi kan perlu biaya transport lagi untuk pergi ke Pekanbaru," katanya.

Mimi mengungkapkan, untuk jumlah sarana pelayanan kesehatan di Provinsi Riau sebanyak 233 Puskesmas. Dari jumlah tersebut 214 Puskemas sudah ter-akreditasi.

"92 persen Puskemas di Provinsi Riau sudah ter-akreditasi," ujar Mimi.

Sedangkan untuk rumah sakit itu ada 73 rumah sakit, 85 persen sudah ter-akreditasi. Atau sekitar 60 an rumah sakit yang sudah ter-akreditasi.

"Tahun 2020 ini kami menargetkan seluruhnya bisa ter-akreditasi," ujarnya.

Selain itu, saat ini Riau memiliki klinik pratama sebanyak 562 klinik. Kemudian jumlah klinik utama sebanyak 29 klinik, dan sarana kefarmasian sebanyak 42, penyalur Alkes 46 dan apotik sebanyak 696 dan toko obat sebanyak 467 dan dua industri kosmetik.

"Kita berharap sarana ini diharapkan bisa memenuhi pelayanan kesehatan, obat-obatan dan alat kesehatan di Riau," katanya. (Syaiful Misgiono)

Penulis: Syaiful Misgio
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved