Siaga Virus Corona di Riau

Pedagang dan Komunitas Tidak Tahu Ada Penundaan CFN, Tetap Gelar Dagangan di Kawasan CFN Siak

Para pedagang tetap menggelar barang dagangannya di kawasan Car Free Night (CFN), Jalan Sultan Muzafarsyah, Siak, Sabtu (14/3/2020) sore.

Pedagang dan Komunitas Tidak Tahu Ada Penundaan CFN, Tetap Gelar Dagangan di Kawasan CFN Siak
Tribunpekanbaru.com/Mayonal Putra
Pegiat Komunitas Perpustakaan Trotoar sedang menyusun buku-bukunya di kawasan CFN Siak, Jalan Sultan Muzafarsyah, Sabtu (14/3/2020). 

Pedagang dan Komunitas Tidak Tahu Ada Penundaan CFN, Tetap Melapak di Kawasan CFN Siak

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Para pedagang tetap menggelar barang dagangannya di kawasan Car Free Night (CFN), Jalan Sultan Muzafarsyah, Siak, Sabtu (14/3/2020) sore.

Mereka kebanyakan tidak tahu adanya penundaan CFN di Siak.

"Gak tau Bang. Tadi jalan mulai ditutup oleh Dinas Perhubungan tiba-tiba mereka buka kembali. Itu aja yang terlihat," kata Rini, pedagang mainan anak di kawasan CFN Siak kepada Tribunpekanbaru.com.

CFN dan CFD di Siak Mendadak Dibatalkan, Ini Alasannya

Seorang Warga Meranti Dinyatakan Supect Corona

Ia baru pertama mencoba berjualan di kawasan CFN Siak. Karena barang gadangannya sudah dibawa ke kawasan itu, Rini tetap melanjutkan menggelar dagangannya.

"Kan ada komunitas musik juga. Walau dilarang nanti akan tetap juga ramai tu," kata dia.

Sementara Komunitas Perpustakaan Trotoar juga mempersiapkan lapaknya. Kru dari komunitas ini menyusun buku -buku di atas trotoar jalan Sultan Muzafarsyah itu.

"Saya gak tau Bang, belum ada pengumuman pembatalan yang kami dengar, makanya kami berani membawa buku-buku kemari," kata Johari, penggerak Komunitas Perpustakaan Trotoar itu kepada Tribun.

Menurut Johari, jika Bupati Siak menunda CFN ia akan terus membuka lapak bukunya. Hebatnya, Johari dan kawan-kawannya tidak mengambil untung dari kegiatannya tersebut.

Bupati Siak Minta Camat Buat Pengumuman Penundaan CFN dan CFD

Korban Meninggal Kebakaran Ruko di Kuansing Seorang WNA

"Kami hanya meminjamkan buku untuk dibaca di tempat tanpa ada bayaran," kata dia.

Meskipun CFN batal, Johari tetap ingin melakukan aksi di atas trotoar itu.

"Kami rutin tiap malam minggu membuka lapak buku. Disini baru pertama kali. Tentang ditundanya CFN kami sama sekali tidak tahu," kata dia. (Tribunpekanbaru.com/mayonal putra)

Penulis: Mayonal Putra
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved