Breaking News:

Siak

Meski Tak Ada Kehidupan, Pria Ini Rela Jaga Proyek PLTU Pemprov Riau yang Sudah Jadi Rongsokan

Meski tidak ada tanda-tanda kehidupan di sana, namun pria ini masih setia menjaga proyek PLTU Riau siang malam.

Tribunpekanbaru.com/mayonal putra
Syabril (bertopi) dan Indra, penjaga proyek PLTU Koto Ringin yang mangkrak memberikan penjelasan kepada wartawan terkait upayanya menjaga proyek itu hingga sekarang, Minggu (15/3/2020). 

Menurut cerita Syahril, ia sudah menjaga proyek PLTU itu sejak pembersihan lahan, 2007 silam. Ia masih setia menjaga bangunan itu sampai berganti-ganti perusahaan yang menanganinya. Sejak 2010 hingga kini proyek itu tak berjalan, ia juga masih setia menjaganya.

"Ini milik BUMD Pemprov Riau, PT Pembangunan Investasi Riau (PIR). Saya menjaga ini memang ada dapat gaji dari PT itu, tapi sering macet," kata Syahril.

Jika Syahril dan Indra lengah, besi-besi tua dan peralatan di dalam proyek hilang dicuri orang. Upaya pencurian itu sering terjadi dan Syahril berhasil mengusir mereka.

"Saat ini hanya tentang ketulusan kami saja. Kalau kami sebenarnya bisa saja mempreteli barang-barang di sini untuk dijual, tapi sangat sayang jika itu kami lakukan. Sebab kami masih berharap proyek ini tetap berjalan di kampung kami ini," kata dia.

Ia melanjutkan, ada banyak sekali barang berharga di dalam proyek itu. Secara teknis Syahril tak bisa menyebutkan.

"Yang ringan-ringan saja misalnya, ada AC di perumahannya, ada drom dan besi-besi lain yang berharga. Jika kami tidak mikir ini kampung kami, dan jika kami jual tak ada yang tahu. Itu tidak kami lakukan. Kenapa? Agar Pemprov Riau benahi ini dan PLTU ini bisa hidup lalu kampung kami jadi maju," kata Syahril.

Syahril dan Indra mengaku sebenarnya pikirannya capek melihat proyek yang dijaganya. Sehari-hari bergelut dengan kesunyian di dalam proyek. Kadang hanya mendengar desiran angin yang menerpa alang-alang atau bunyi kepak sayap lebah yang pulang ke sarang.

"Bila malam, suasana di sini menyeramkan. Namun jika tidak kami jaga, barang-barang ini akan ludes," kata Syahril yang dianggukkan Indra.

Proyek PLTU itu merupakan program pemerintah pada 2007 lalu. Pembangunan fisik awalnya dikerjakan oleh PT Modaco Inersys. Perusahaan ini memenangkan proyek pembanguan senilai Rp 91,6 miliar.

"Pembangunan yang diselesaikannya hanyalah pondasi saja. Pada 2010, pembangunannya mogok," kata dia.

Halaman
123
Penulis: Mayonal Putra
Editor: Muhammad Ridho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved