Breaking News:

UPDATE Virus Corona di Dunia, Inilah Daftar Negara Yang Sudah Melakukan Lockdown

Kebijakan Lockdown juga diartikan tidak mengadakan pertemuan dengan banyak orang di tempat umum.

Editor: Muhammad Ridho
TRIBUN BATAM/ARGIANTO DIHAN AJI NUGROHO
Sejumlah wisatawan asal Malaysia tiba di Pelabuhan Internasional Batam Center, Batam, Selasa (28/1). Meningkatnya warga negara china yang terdeteksi virus corona di Singapura membuat pengawasan terhadap lalulintas warga negara asing maupun WNI diperketat untuk mencegah masuknya virus corona ke Indonesia. (TRIBUN BATAM/Argianto Dihan Aji Nugroho) 

Denmark menjadi negara kedua di Eropa setelah Italia yang menerapkan penguncian diri usai lonjakan kasus virus corona di negara itu.

Pemerintah akan menutup sekolah, universitas, dan fasilitas-fasilitas Day Care dalam beberapa hari ke depan.

Bahkan, para pekerja di sektor publik yang tidak penting akan dikirim pulang mulai Jumat (13/3/2020).

Perdana Menteri Denmar Mette Frederiksen menyebut situasi yang dialami negaranya sebagai situasi luar biasa.

"Dalam keadaan normal, pemerintah tidak akan mengeluarkan langkah-langkah yang jauh seperti itu tanpa memiliki solusi yang siap untuk banyak orang Denmark. Tetapi kita berada dalam situasi yang luar biasa," kata Frederikseon, dilansir dari Metro.

"Kita perlu membatasi aktivitas dalam masyarakat sebanyak mungkin, tanpa membiarkan masyarakat kita berhenti," sambungnya.

4. Filipina

Sementara satu negara Asia yang sudah menetapkan Lockdown adalah Filipina.

Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengumumkan kebijakan 'Lockdown' atau mengisolasi (karantina) 12 juta warganya di tengah merebaknya virus corona (Covid-19).

Hal itu disampaikan Duterte pada Kamis Kamis malam (12/03/2020) waktu setempat.

Termasuk menghentikan semua perjalanan domestik, dalam upaya untuk melawan penyebaran virus mematikan corona.

Duterte juga mengumumkan penutupan penutupan sekolah, larangan pertemuan yang mengumpulkan banyak orang dan larangan masuknya orang asing dari tempat yang menular menyebar.

5. Irlandia

Negara kelima, Irlandia.

Irlandia memutuskan melakukan Lockdown pada 12 Maret 2020.

Pemerintah Irlandia akan melakukan penguncian nasional sapai 29 Maret mendatang.

Transportasi umum akan terus beroperasi dan toko-toko akan tetap buka, namun orang-orang akan disarankan untuk menjaga jarak yang ditetapkan satu sama lain.

Perdana Menteri Irlandia Leo Varadkar mengatakan, situasi itu baru pertama kali terjadi di negaranya.

6. Spanyol

Peningkatan tajam atas jumlah kasus virus corona atau Covid-19 di Spanyol membuat otoritas setempat memberlakukan Lockdown secara nasional.

Pada Sabtu (14/3/2020) lalu, pemerintah Spanyol mengumumkan hal ini.

Kini resmi sudah Spanyol menjadi negara Eropa kedua yang melakukan penguncian secara besar-besaran.

Pemerintah mengimbau masyarakat agar terus tinggal di rumah dan keluar dengan pengecualian tertentu.

Warga boleh keluar hanya untuk membeli makanan, pergi bekerja khusus untuk pekerjaan yang tidak diperbolehkan secara jarak jauh, mencari bantuan medis, atau membantu orang yang membutuhkan.

Semua sekolah, restoran, bar, dan toko ditutup dan diliburkan.

Kebijakan ini mengikuti aksi pemerintah regional Madrid dan Catalonia, yang sudah melakukan Lockdown sejak beberapa hari terakhir.

Transportasi umum ditangguhkan, terlebih bagi kereta dan bus jarak jauh.

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez menilai bahwa saat ini Spanyol tengah mengalami kondisi kritis.

"Spanyol menunjukkan saat-saat kritis di mana kapasitas ini menyebabkan kesulitan," jelasnya.

"Kita menghadapi saat yang sulit dengan perjuangan dan pengorbanan."

"Beberapa hak yang penting harus dibatasi karena kita mau mengalahkan virus ini," tambah Pedro di hadapan awak pers.

Spanyol resmi melakukan penguncian secara nasional. Spanyol adalah negara Eropa kedua yang melakukan Lockdown ini.

Menurutnya, Spanyol akan bisa menanggulangi wabah ini bila ada vaksin khusus Covid-19.

Pedro menjelaskan, pemerintah akan mengambil langkah untuk mengawasi dan menjaga stok pasokan makanan, energi, dan pelayanan lainnya secara nasional.

Ini merujuk pada kebijakan penguncian Spanyol selama 15 hari, dimulai dari Senin depan.

Dilansir New York Times, pada Sabtu (14/3/2020) otoritas kesehatan Spanyol mengumumkan adanya lonjakan kasus sebanyak 2.000 infeksi baru.

Angka ini merupakan peningkatan harian terbesar di Spanyol sejak wabah corona memasuki negara itu.

Deretan angka kenaikan kasus menunjukkan bahwa Spanyol memiliki kemiripan dengan yang terjadi di Italia.

Dimana kasus tiba-tiba melonjak secara drastis.

Sementara itu, korban tewas karena wabah corona di Spanyol mencapai 190 orang pada Sabtu lalu.

Sedangkan menurut catatan The Wuhanvirus, total kematian Spanyol pada Minggu (15/3/2020) bertambah 6 orang menjadi 196 jiwa.

Spanyol memiliki total 6.391 kasus sehingga menjadikan negara ini duduk di posisi ke-5 kasus corona terbanyak di dunia.

Kondisi ini tentu membuat pemerintah semakin memperketat kebijakan mereka.

Bahkan Perdana Menteri memperingtakan bahwa jumlah kasus Covid-19 di Spanyol bisa mencapai 10.000 jiwa pada pekan depan.

Hal ini merujuk pada kenyataan tajamnya peningkatan infeksi akhir-akhir ini.

Di hari yang sama, pejabat regional Catalonia dan Madrid menyatakan Lockdown pada kota tersebut.

Sama halnya dengan pemerintah pusat, otoritas Catalonia juga menyuruh para warga berdiam diri di rumahnya.

Sementara Madrid menutup semua tempat-tempat umum yang berpotensi sebagai tempat penularan.

"Kami adalah Italia yang baru," kata seorang petugas kebersihan di Kota Madrid, Francisco Gutierrez.

"Kami belum tahu berapa lama hal ini akan berlangsung," tambahnya.

"Dan kami belum tahu akan berapa banyak Spanyol menderita." (Tribunnews/Ika Nur Cahyani)

7. Perancis

Perdana Menteri Perancis, Eduardo Philippe meminta warga untuk bekerja dari rumahnya masing-masing.

Dia mengimbau agar warganya tidak sering keluar rumah kecuali dalam beberapa hal.

Antara lain membeli kebutuhan primer, berolahraga ringan, dan ikut pemilihan lokal akhir pekan ini.

Semua tempat bisnis yang tidak berdampak besar akan ditutup.

Namun transportasi umum tetap berjalan seperti biasa.

Kendati demikian, Philippe mendorong masyarakat agar mengurangi bepergian dengan kendaraan umum.

Pergi ke luar kota masih diperbolehkan, namun disarankan tidak bila bukan untuk tujuan yang penting.

Sementara di Indonesia sendiri, saat ini masih menetapkan status KLB (Kejadian Luar Biasa) di beberapa kota

Ada tiga pemerintah kota yang menetapkan status KLB untuk pencegahan virus corona meluas, yakni Surakarta (Solo), Banten, dan Tangerang.

(Tribunnews.com/ Siti Nurjannah Wulandari/ Garudea Prabawati/ Ika Nur Cahya)

Artikel ini telah tayang di:

Tribunnews.com dengan judul Apa Arti Lockdown? Kebijakan 7 Negara untuk Cegah Sebaran Corona

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved