Breaking News:

Siak

NEWS VIDEO: Penampakan Proyek PLTU Koto Ringin Siak yang Mangkrak Sejak 2014

Plang merk proyek tersebut masih berdiri kokoh di bagian pintu masuk. Pada plang nama itu terdapat tulisan Riaupowerdua PROYEK PLTU 2x3 MW Siak, Desa

Penulis: Mayonal Putra
Editor: David Tobing

Menurut cerita Syahril, ia sudah menjaga proyek PLTU itu sejak pembersihan lahan, 2007 silam. Ia masih setia menjaga bangunan itu sampai berganti-ganti perusahaan yang menanganinya. Sejak 2014 hingga kini proyek itu tak berjalan, ia juga masih setia menjaganya.

Jika Syahril dan Indra lengah, besi-besi tua dan peralatan di dalam proyek hilang dicuri orang. Upaya pencurian itu sering terjadi dan Syahril berhasil mengusir mereka.

"Saat ini hanya tentang ketulusan kami saja. Kalau kami sebenarnya bisa saja mempreteli barang-barang di sini untuk dijual, tapi sangat sayang jika itu kami lakukan. Sebab kami masih berharap proyek ini tetap berjalan di kampung kami ini," kata dia.

Ia melanjutkan, ada banyak sekali barang berharga di dalam proyek itu. Secara teknis Syahril tak bisa menyebutkan.

"Yang ringan-ringan saja misalnya, ada AC di perumahannya, ada drom dan besi-besi lain yang berharga. Jika kami tidak mikir ini kampung kami, dan jika kami jual tak ada yang tahu. Itu tidak kami lakukan. Kenapa? Agar Pemprov Riau benahi ini dan PLTU ini bisa hidup lalu kampung kami jadi maju," kata Syahril.

Syahril dan Indra mengaku sebenarnya pikirannya capek melihat proyek yang dijaganya. Sehari-hari bergelut dengan kesunyian di dalam proyek. 

Proyek PLTU itu merupakan program pemerintah pada 2007 lalu. Pembangunan fisik awalnya dikerjakan oleh PT Modaco Inersys. Perusahaan ini memenangkan proyek pembanguan senilai Rp 91,6 miliar.

"Pembangunan yang diselesaikannya hanyalah pondasi saja. Pada 2010, pembangunannya mogok," kata dia.

Pada 2012, pembangunan dilanjutkan oleh PT Riau Power Dua. Perusahaan itu bekerja sampai 2014 dan mogok hingga sekarang.

"Padahal perlengkapan dan peralatan yang dikirim dari China sudah banyak masuk ke lokasi. Eh, tiba-tiba sampai sekarang gak lagi pekrjaannya hingga menjadi barang rongsokan dan sarang hantu semacam ini," celetuk Syahril.

Ia berharap agar gubernur Riau Syamsuar komitmen untuk melanjutkan proyek PLTU ini. Sebab, Syamsuar merupakan bupati Siak 2 periode sebelum menjadi gubernur.

"Semestinya Pak Syamsuar prioritaskan proyek ini. Kalau tidak sayang sekali, rugi masyarakat. Ini mumpung Pak Syamsuar sudah gubernur mestinya selesaikan ini," kata dia. (Tribunpekanbaru.com/mayonal putra)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved