BOLA LOKAL: Penyebab APPI Mau Laporkan PSPS Riau ke FIFA, Manajemen Sebut Sudah Layangkan Surat

Adanya pengaduan Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) kepada FIFA.

BOLA LOKAL: Penyebab APPI Mau Laporkan PSPS Riau ke FIFA, Manajemen Sebut Sudah Layangkan Surat
Tribun Pekanbaru/Syafruddin Mirohi
Skuad PSPS Riau latihan di Stadion Kaharuddin Nasution, Rumbai, Kamis petang (27/2/2020), usai libur tiga hari. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Adanya pengaduan Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) kepada FIFA, terkait keikutsertaan PSPS Riau di Liga 2/2020, karena sedang dalam posisi terhukum, belum melunasi gaji pemainnya di masa lalu, direspon manajemen Askar Bertuah.

Media Officer PSPS Riau M Teza Taufik, Rabu (18/3/2020) menjelaskan, bahwa sejak jauh hari sebelum Liga 2/2020 bergulir, manajemen PSPS sudah melayangkan surat kepada PT LIB, National Dispute Resolution Chamber (NDRC), dan APPI terkait ikhwal ini.

Isinya, bahwa penyelesaian tunggakan itu diselesaikan melalui subsidi yang akan diterima PSPS dari keikutsertaan nya di Liga 2 2020.

"Kita ketahui setiap tim yang berlaga di Liga 2 2020 mendapat subsidi dari PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebagai operator Liga sebesar Rp 1,150 miliar," terang Teza menjawab Tribunpekanbaru.com.

Melalui surat tersebut, masih keterangan Teza, PSPS mengikrarkan tidak akan mengambil subsidi tahun ini. Di mana subsidi itu dijadikan jaminan bahwa semua tunggakan tersebut akan dibayarkan melalui subsidi.

Menurut Teza, total tunggakan hutang yang harus dibayar hanya Rp 781 juta. Nilai tersebut Lebih dari cukup dari total subsidi yang ada.

"Lain halnya kalau PSPS tidak ada itikad atau solusi terkait tunggakan tersebut, mungkin baru bisa dikatakan PSPS melanggar putusan yang ada, " tegasnya serius.

Lebih lanjut disampaikan, selain surat, manajemen PSPS juga sudah mengirimkan ke PT LIB, data berupa nama pemain, 6 nama bank, no rekening dan total tunggakan yang menjadi tuntutan. Sehingga nanti subsidi itu langsung ke pemain, bukan ke klub lagi."Kita komit kok untuk menyelesaikannya, " katanya.

Seperti diketahui, APPI kini sedang membuat pengaduan kepada FIFA, karena PSSI membiarkan PSPS Pekanbaru main di Liga 2 2020. Menurut APPI, PSPS masih sedang dalam posisi terhukum karena belum melunasi gaji pemainnya di masa lalu.

Karenanya, NDRC menjatuhkan hukuman kepada PSPS yakni PSPS tidak dapat melakukan registrasi pemain selama 3 (tiga) periode pendaftaran pemain baru selama belum melunasi kewajibannya.

Seiring dengan ini, ternyata PSPS bermain di liga 2, dengan hasil mengejutkan di laga perdana. Menjamu Tim Semen padang pada Minggu (15/3/2020) lalu, Askar Bertuah menang telak 3-0. (Tribunpekanbaru.com/SyafruddinMirohi).

Penulis: Syafruddin Mirohi
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved