Breaking News:

Corona Disebut Sebagai 'Chinese Virus' Oleh Donald Trump, Beijing Berang, 'Berhenti Menuduh Kami'

Donald Trump mengatakan virus corona dengan sebutan "Chinese Virus". Memang kasus pertama Covid-19, penyakit yang disebabkan oleh virus tersebut.

Editor: Muhammad Ridho
FOTO / AFP
Anggota staf medis yang bekerja di bangsal isolasi Rumah Sakit Palang Merah, Kota Wuhan Provinsi Hubei tengah, China, 16 Februari lalu. 

Juru bicara kementerian luar negeri Geng Shuang menyatakan, twit yang dibuat Trump jelas-jelas merupakan stigmatisasi terhadap negaranya.

"Kami mendesak kepada pemerintah AS untuk memperbaiki kesalahan ini dan berhenti memberi tuduhan tak berdasar kepada kami," kata dia.

===

Baru-baru ini Presiden Amerika Serikat (AS)  Donald Trump membuat China marah.

Hal tersebut dikarenakan, Trump mengatakan virus corona dengan sebutan "Chinese Virus".

Memang kasus pertama Covid-19, penyakit yang disebabkan oleh virus tersebut.

Awalnya terdeteksi di Wuhan pada akhir Desember 2019, dan diyakini berasal dari perdagangan hewan liar di sana.

Mengutip Kompas.com, pekan lalu, pejabat China, Zhao Lijian, memunculkan teori konspirasi bahwa militer AS yang sengaja membawa virus corona ke Wuhan.

Ucapan Zhao itu menuai respons Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, yang menuding Beijing menyebarkan rumor dan berusaha mengalihkan tanggung jawab mereka.

Apa yang Presiden Trump katakan?

Dalam kicauannya di Twitter Senin (16/3/2020), presiden 73 tahun itu menuturkan bahwa Washington akan menjadi lebih kuat dan keluar dari wabah.

"AS akan secara penuh mendukung industri, seperti maskapai penerbangan dan lainnya, yang terdampak oleh Chinese Virus ini," kata dia dilansir BBC Selasa (17/3/2020).

The United States will be powerfully supporting those industries, like Airlines and others, that are particularly affected by the Chinese Virus. We will be stronger than ever before! — Donald J. Trump (@realDonaldTrump) March 16, 2020

Badan Kesehatan Dunia (WHO) sudah mewanti-wanti agar tidak ada negara atau kelompok yang menautkan wabah itu dengan area atau kelompok tertentu demi menghindari stigmatisasi.

Namun, sejumlah pejabat di Gedung Putih masih tetap mengaitkannya dengan Negeri "Panda".

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved