Breaking News:

Corona Disebut Sebagai 'Chinese Virus' Oleh Donald Trump, Beijing Berang, 'Berhenti Menuduh Kami'

Donald Trump mengatakan virus corona dengan sebutan "Chinese Virus". Memang kasus pertama Covid-19, penyakit yang disebabkan oleh virus tersebut.

Editor: Muhammad Ridho
FOTO / AFP
Anggota staf medis yang bekerja di bangsal isolasi Rumah Sakit Palang Merah, Kota Wuhan Provinsi Hubei tengah, China, 16 Februari lalu. 

Bahkan Pompeo pernah menyebutnya "Virus Wuhan".  

Bagaimana reaksi Beijing?

ilustrasi Virus Corona masuk Indonesia
ilustrasi Virus Corona masuk Indonesia ((Kompas.com))

Juru bicara kementerian luar negeri Geng Shuang menyatakan, twit yang dibuat Trump jelas-jelas merupakan stigmatisasi terhadap negaranya.

"Kami mendesak kepada pemerintah AS untuk memperbaiki kesalahan ini dan berhenti memberi tuduhan tak berdasar kepada kami," kata dia.

Media pemerintah Xinhua dalam ulasannya menyatakan, ucapan presiden dari Partai Republik itu rasis serta mengandung xenofobia.

"Komentar dari politisi yang tidak kompeten dan tak bertanggung jawab meningkatkan risiko ketakutan terhadap virus itu," ujar Xinhua.

Tidak hanya dari China. Kritikan juga datang dari Negeri "Uncle Sam" sendiri, yakni dari Wali Kota New York Bill de Blasio.

Dia mengatakan bahwa perkataan yang diluncurkan oleh Trump bisa menjadi "bahan bakar" bagi tindakan rasialis terhadap warga Asia-Amerika.

Presiden Amerika Serikat (AS)  Donald Trump tengah meyakinkan perusahaan riset Jerman yang berupaya mengembangkan vaksin virus corona.

Dilaporkan,  Donald Trump tengah membujuk perusahaan Jerman itu menghasilkan vaksin hanya untuk menyelamatkan nyawa Amerika Serikat.

Dilansir Newsweek, sumber pemerintah Jerman angkat bicara soal upaya Trump mengamankan akses ke vaksin yang sedang dikembangkan perusahaan CureVac.

Lebih jauh, Wel am Sonntag melaporkan, narasumber pemerintah Jerman menyebut Trump mencoba mengamankan karya para ilmuwan secara eksklusif.

Narasumber itu menambahkan, Trump akan melakukan apa saja demi mendapatkan vaksin corona untuk Amerika Serikat.

Secara terpisah, narasumber Gedung Putih mengatakan kepada Newsweek, pemerintah tidak mengetahui soal laporan atau informasi yang mendasari pernyataan di atas.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved