Berita Riau

Pembangunan Jalan Tol Pekanbaru-Dumai Terus Digesa, Proyek Fisik sudah Capai 97 Persen

Pembangunan tol Trans Sumatera area Riau yakni Jalan Tol Pekanbaru-Sumai (JTTS) yang dikerjakan oleh PT Hutama Karya (HK) terus digesa

Tribun Pekanbaru/Istimewa
Pembangunan Jalan Tol Pekanbaru-Dumai Terus Digesa, Proyek Fisik sudah Capai 97 Persen 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Pembangunan tol Trans Sumatera area Riau yakni Jalan Tol Pekanbaru-Sumai (JTTS) yang dikerjakan oleh PT Hutama Karya (HK) terus digesa.

Di tengah wabah virus corona, pekerja jalan tol di Sumatera temasuk di Riau masih berlanjut.

Senior Executive Vice President Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya, Muhammad Fauzan, Rabu (18/3/2020) mengungkapkan, beberapa ruas yang menjadi prioritas untuk penyelesaian di tahun ini adalah ruas tol Pekanbaru-Dumai sepanjang 131 kilometer yang konstruksinya sudah mencapai rata-rata 97 persen serta ruas tol Sigli-Banda Aceh seksi 4 Indrapuri-Blang Bintang sepanjang 13,5 kilometer yang progress pembangunannya telah mencapai rata-rata 99 persen.

"Sesuai dengan arahan Bapak Jokowi, kita lakukan tanggap darurat terkait penyebaran Covid-19. Manajemen telah menerapkan contingency plan yang diberlakukan bagi seluruh karyawan PT Hutama Karya, baik di Kantor Pusat maupun di seluruh proyek pembangunan JTTS dan proyek lainnya,” ujar Fauzan.

Untuk mengatasi penyebaran virus corona yang tengah merebak di Indonesia, Presiden Joko Widodo telah memberikan instruksi agar masyarakat menghindari segala aktivitas yang melibatkan pertemuan atau perkumpulan dalam skala besar.

Menindaklanjuti hal tersebut, PT Hutama Karya (Persero) (PT Hutama Karya) telah mengikuti instruksi presiden tersebut di seluruh lingkungan kerja dan wilayah operasionalnya baik di kantor pusat maupun di proyek-proyek yang sedang digarap.

Fauzan mengatakan bahwa Hutama Karya yang saat ini tengah ditugasi untuk menggarap pembangunan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yaitu Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).

Turut menerapkan Work from Home (WFH) dan beberapa protokol yang wajib dipatuhi oleh seluruh karyawan pada proyek pembangunan JTTS.

Lebih lanjut Fauzan menjelaskan bahwa contingency plan berisikan sejumlah peraturan yang harus ditaati oleh karyawan Hutama Karya sesuai dengan Kebijakan Direksi tentang pelaksanaan kerja/dinas kantor.

Antara lain telah diberlakukan sistem work from home (WFH) bagi karyawan yang menggunakan transportasi publik atau berusia lebih dari 50 (lima puluh) tahun, dalam kondisi hamil atau menyusui serta status pemulihan kesehatan khusus yang rentan terhadap penurunan imunitas.

Halaman
12
Penulis: Syaiful Misgio
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved