Kisah Inspiratif

KISAH Para Medis Tangani Pasien Suspect Virus Corona di RSUD Arifin Achmad Riau, 'Kita Mati Syahid'

Pas pasien pertama itu, istri saya menangis pas saya mau berangkat menyambut pasien, saya pun sempat nggak kuat dan sempat berkaca-kaca juga

KISAH Para Medis Tangani Pasien Suspect Virus Corona di RSUD Arifin Achmad Riau, 'Kita Mati Syahid'
Tribun Pekanbaru/Nasuha Nasution
KISAH Para Medis Tangani Pasien Suspect Virus Corona di RSUD Arifin Achmad Riau, 'Kita Mati Syahid'. Enam orang para medis yang menangani Pasien Suspect Virus Corona di RSUD Arifin Achmad Riau dengan pakaian lengkap. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - "Pas pasien pertama itu, istri saya menangis pas saya mau berangkat menyambut pasien, saya pun sempat nggak kuat dan sempat berkaca-kaca juga," ujar seorang para medis yang bertugas menangani Pasien Suspect Virus Corona di RSUD Arifin Achmad Riau.

Ada tangisan, kekhawatiran dan rasa lelah pada wajah-wajah tim medis yang ditugaskan menangani pasien khusus Covid-19 di RSUD Arifin Achmad Riau setiap harinya.

Mereka setiap hari menghadapi pasien dengan resiko tingkat penularan virus corona atau Covid-19 yang sangat tinggi, salah sedikit saja resikonya mereka tertular.

Para medis yang menangani pasien suspect Covid-19 di RSUD Arifin Achmad ini sudah dibentuk sejak akhir Januari 2020, mereka berjumlah 11 tenaga perawat dan satu tenaga kebidanan, ditambah dua dokter spesialis.

Mereka ditempatkan di sebuah sudut gedung RSUD Arifin Achmad yang diberi nama ruang rawat Pinere, dimana di ruangan ini memiliki empat tempat tidur khusus pasien Covid-19 tersebut.

KISAH Para Medis Tangani Pasien Suspect Virus Corona di RSUD Arifin Achmad Riau, 'Kita Mati Syahid'
KISAH Para Medis Tangani Pasien Suspect Virus Corona di RSUD Arifin Achmad Riau, 'Kita Mati Syahid'. Foto bersama para medis yang menangani Pasien Suspect Virus Corona di RSUD Arifin Achmad Riau. (Tribun Pekanbaru/Nasuha Nasution)

Firdaus Eko Saputra, dipercaya pihak RSUD Arifin Achmad sebagai kordinator tim tenaga medis ruangan khusus pasien Covid-19.

Ditunjuknya sebagai kordinator tentu menjadi pukulan berat pada diri, istri dan keluarganya.

Apalagi saat ini istrinya sedang dalam kondisi hamil dan sudah memiliki tiga orang anak, sehingga beban berat dan hatinya berkecamuk saat ditunjuk menjadi tenaga yang akan menangani pasien Covid-19 tersebut.

Bahkan saat menerima pasien pertama mereka 3 Maret 2020, saat pamit dari rumahnya untuk menangani pasien, istrinya sempat menangis karena khawatir dengan keselamatan Firdaus Eko Saputro.

Hal ini juga terjadi dengan teman se-profesinya yang lain ditugaskan sama menangani pasien Covid-19 tersebut.

Halaman
1234
Penulis: Nasuha Nasution
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved