Kasus Korupsi di Riau

KPK Periksa KETUA DPRD Riau Indra Gunawan, Terkait Dugaan Korupsi Bupati Bengkalis Amril Mukminin

Pemeriksaan maraton yang dilakukan penyidik dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait korupsi proyek jalan di Kabupaten Bengkalis

Tribun Pekanbaru/Syaiful Misgio
Ketua DPRD Riau Indra Gunawan Eet. KPK Periksa KETUA DPRD Riau Indra Gunawan, Terkait Dugaan Korupsi Bupati Bengkalis Amril Mukminin 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Pemeriksaan maraton yang dilakukan penyidik dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait korupsi proyek jalan di Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau yang melibatkan Bupati Bengkalis Amril Mukminin terus berlanjut.

Pemeriksaan sudah dilakukan sejak awal pekan lalu, dengan dilakukan di dua lokasi, diantaranya di Kantor KPK di Gedung Merah Putih, Jakarta Selatan, maupun di Mako Satuan Brimob Polda Riau.

Perkembangan pemeriksaan terbaru, pada Kamis (19/3/2020) ini, sejumlah nama kembali dipanggil untuk diperiksa, mereka berstatus saksi.

Setelah sebelumnya penyidik memeriksa mantan Ketua DPRD Bengkalis Abdul Kadir pada Rabu (18/3/2020) dan ajudan Amril Mukminin, Azrul Nor Manurung, pada Selasa (17/3/2020), kini giliran Indra Gunawan Eet, Ketua DPRD Riau periode 2019 - 2024 yang diperiksa penyidik KPK.

Pria yang juga merupakan bakal calon Bupati Bengkalis itu, dipanggil untuk hadir di Gedung Merah Putih KPK di Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan.

Terkait adanya pemeriksaan terhadap Eet ini, dibenarkan oleh Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri saat dikonfirmasi Tribun, Kamis siang.

"Iya benar (pemeriksaan terhadap Eet)," jelas Ali.

Tersangka Bupati Bengkalis Amril Mukminin resmi mengenakan rompi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK Merah Putih, Jakarta Selatan, Kamis (6/2/2020). Amril dijerat kasus suap dari PT. Citra Gading Asritama (CGA) sebesar Rp.5,6 Milyar untuk pelicin anggaran proyek peningkatan jalan Duri - Sei Pakning multi years tahun 2017-2019.
Tersangka Bupati Bengkalis Amril Mukminin resmi mengenakan rompi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK Merah Putih, Jakarta Selatan, Kamis (6/2/2020). Amril dijerat kasus suap dari PT. Citra Gading Asritama (CGA) sebesar Rp.5,6 Milyar untuk pelicin anggaran proyek peningkatan jalan Duri - Sei Pakning multi years tahun 2017-2019. (Tribunnews/Jeprima)

Lanjut dia, Eet diperiksa dalam kapasitasnya sebagai anggota dewan di Kabupaten Bengkalis, dari Fraksi Golkar periode 2009 - 2014.

Eet dimintai keterangan sebagai saksi terkait dugaan penerimaan uang atau suap oleh Bupati Bengkalis non aktif, Amril Mukiminin yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus rasuah tersebut.

Dibeberkan Ali, Eet juga ditanyai terkait pengetahuannya tentang penerimaan sejumlah uang dalam proyek paket pekerjaan Jalan Duri-Sei Pakning.

Halaman
1234
Penulis: Rizky Armanda
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved