Virus Corona

Video: Obat Favipiravir Asal Jepang, Efektif Mengobati Virus Corana

Avigan, yang juga dikenal sebagai Favipiravir obat flu asal Jepang ini dikabarkan efektif mengatasi virus corona. Obat ini dikembangkan Fujifilm

TRIBUNPEKANBARU.COM- Favipiravir obat flu asal Jepang ini dikabarkan efektif mengatasi virus corona.

Obat ini dikembangkan Fujifilm, menunjukkan hasil positif dalam mengobati Covid-19.

Hasil itu didapatkan setelah China coba uji klinis terhadap 340 pasien yang berasal dari Wuhan dan Shenzhen.

Sementara itu dari AS, sebuah studi dikabarkan bahwa virus corona mampu bertahan berhari-hari jika menempel pada benda.

Ada pun di udara, bisa bertahan beberapa jam.Pakar kemudian menemukan alasan mengapa terdapat faktor penularan lain yang lebih tinggi dari virus corona dibandingkan SARS yang terjadi pada 2002-2003.

Dikutip Reuters, obat flu yang dijual dengan merek dagang Avigan merupakan produksi anak usaha Fujifilm, yang bergerak di bidang layanan kesehatan meski induknya dikenal sebagai produsen kamera.

Avigan, yang juga dikenal sebagai Favipiravir, dikembangkan oleh Fujifilm Toyoma Chemical pada 2014 dan disetujui digunakan di Jepang.

"Favipiravir telah efektif, tanpa efek samping yang jelas, dalam membantu pasien virus corona pulih," kata seorang pejabat di Kementerian Sains dan Teknologi China, Zhang Xinmin, dikutip Reuters.

Zhang menuturkan, Favipiravir diuji coba klinis di Shenzhen yang melibatkan 80 peserta. Uji coba menunjukkan, pasien yang memakai Favipiravir mengalami peningkatan dan hasilnya berubah negatif dalam kurun waktu lebih pendek, dibanding pasien yang tidak diberi obat.

Sementara menurut produsen obat China, obat anti-flu yang pertama kali dikembangkan oleh Fujifilm Toyama Chemical Co Ltd ini telah disetujui untuk diproduksi di Cina oleh Zhejiang Hisun Pharmaceutical Co Ltd. Tujuannya untuk digunakan melawan influenza baru atau berulang pada orang dewasa.

Tak hanya ampuh untuk pengobatan corona, obat keluaran Negeri Sakura ini pernah dipasok pemerintah Jepang sebagai bantuan darurat untuk melawan wabah virus Ebola di Guinea pada 2016 lalu.(*)

Editor: aidil wardi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved