Virus Corona

Wabah Virus Corona, MAJALAH PLAYBOY Hentikan Produksi, Konsumen bisa Nikmati di Edisi Online

Konsumen nantinya bisa menikmati edisi Majalah Playboy lewat Online. Untuk edisi cetak berhanti produksi akibat virus corona

Ilustrasi pekerja seks (Lebanonews.net)/Kompas.com
(ilustrasi) Wabah Virus Corona, MAJALAH PLAYBOY Hentikan Produksi, Konsumen bisa Nikmati di Edisi Online 

TRIBUNPEKANBARU.COM- Wabah virus corona juga berimbas pada produksi majalah dewasa Playboy.

Mereka mengumumkan menghentikan edisi cetak untuk sementara dan ada rencana akan menjangkau konsumennya lewat edisi online.

"Pertanyaannya adalah bagaimana mengubah produksi cetak AS agar sesuai dengan konsumen saat ini, dan terhubung setiap hari daripada tiga bulan sekali," kata Kohn.

Majalah dewasa Playboy mengumumkan, mereka menghentikan edisi cetak untuk musim semi setelah bergulirnya virus corona.

MUI Riau Sarankan Sholat Jumat Ditiadakan Sementara, Cegah Meluasnya Penyebaran Virus Corona

2 Pasien Positif Virus Corona di Riau, MUI Dumai: Dekatkan Diri pada Allah SWT dan BERTOBATLAH

Luar Biasa, Kota di Italia ini Sukses Tangkal Virus Corona Melalui Eksprimen yang Dilakukan!

Majalah Playboy
Majalah Playboy (Internet)

Dalam pengumuman yang disampaikan melalui surat terbuka kepada Medium, CEO Playboy Enterprises, Ben Kohn, mengatakan bahwa wacana itu sejatinya sudah dibahas.

Namun, seperti dilansir The Guardian, Kamis (19/3/2020), mereka akhirnya mantap menghentikan edisi cetak akibat merebaknya virus corona.

Khon menjelaskan, mereka bakal memasuki edisi digital untuk semua konten, termasuk Playboy Interview 20Q, Playboy Advisor, dan gambar-gambar Playmate.

Kohn mengatakan, perilaku konsumsi media saat ini mengalami perubahan. Dia mengaku, konten cetak mereka hanya menjangkau segelintir orang.

Terus Bertambah, 82 Pasien Baru Positif Virus Corona, Total 309 Kasus Covid-19 di Indonesia

Luar Biasa, Kota di Italia ini Sukses Tangkal Virus Corona Melalui Eksprimen yang Dilakukan!

Meski begitu, pada 2021, Kohn menuturkan, mereka masih menawarkan edisi kertas, seperti edisi khusus atau koleksi dari masa ke masa.

Majalah dewasa itu pertama kali didirikan oleh mendiang Hugh Hefner pada 1953, dan sejak itu menjadi salah satu merek terkenal di dunia.

Media tersebut menjadi sensasional karena menampilkan perempuan telanjang dan apa yang disebut sebagai peran tabu dalam revolusi seksual.

Pada 2016, majalah itu sempat mengumumkan melakukan eksperimen dengan tidak lagi menampilkan secara penuh gambar model bugil.

Namun, pada Februari 2017, mereka meralat keputusannya karena keberadaan dunia maya. Adapun Hefner meninggal pada September 2019.(*)

Kondisi Terkini Pasien Positif Corona di RSUD AA Pekanbaru, Agak Sesak Nafas Tapi Selera Makan Bagus

Editor: Budi Rahmat
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved