Breaking News:

Ini yang Terjadi Pada Tubuh Saat Virus Corona Masuk, Kenapa Bisa Menyebabkan Kematian?

Virus corona, yang secara resmi disebut Sars-CoV-2, dapat menyerang tubuh Anda ketika Anda menghirupnya

Editor: Muhammad Ridho
Stocktrek Images/Getty
ilustrasi virus Covid-19 

Terlalu banyak peradangan dapat menyebabkan kerusakan di seluruh tubuh.

"Virus ini memicu ketidakseimbangan dalam respon kekebalan tubuh, ada terlalu banyak peradangan. Bagaimana virus itu melakukan ini, kami tidak tahu," kata Dr Nathalie MacDermott, dari King's College London.

coronavirus
Pemindaian paru-paru yang terinfeksi virus corona menunjukkan area pneumonia/SPL

Peradangan paru-paru disebut pneumonia.

Jika Anda mencermati alur pernapasan, di paru-paru terdapat kantong-kantong udara berukuran kecil.

Di sinilah oksigen bergerak ke dalam darah dan karbon dioksida bergerak keluar.

Tetapi dalam kasus pneumonia, kantung-kantung kecil mulai terisi dengan air dan pada akhirnya dapat menyebabkan kesulitan bernapas.

Beberapa orang membutuhkan ventilator untuk membantu mereka bernafas.

Tahap ini diperkirakan terjadi pada sekitar 14% orang, berdasarkan data dari China.

Penyakit kritis
Diperkirakan sekitar 6% pasien dari kasus-kasus virus corona, menjadi sakit kritis.

Pada titik ini tubuh mulai gagal dan ada peluang nyata kematian.

Masalahnya adalah sistem kekebalan tubuh sekarang di luar kendali dan menyebabkan kerusakan di seluruh tubuh.

Ini dapat menyebabkan syok septik, keadaan di mana tekanan darah turun ke tingkat rendah yang berbahaya dan organ-organ berhenti bekerja atau dengan kata lain gagal total.

Sindrom gangguan pernapasan akut yang disebabkan oleh peradangan di paru-paru, membuat tubuh tidak mendapatkan oksigen yang cukup, yang dibutuhkan untuk bertahan hidup.

Ini dapat menghentikan fungsi ginjal yang bekerja untuk membersihkan darah. Keadaan itu juga bisa merusak lapisan usus Anda.

"Virus ini membuat tingkat peradangan yang sangat tinggi sehingga Anda meninggal ... itu terjadi karena kegagalan multi-organ," kata Dr. Bharat Pankhania.

Dan jika sistem kekebalan tidak bisa mencapai puncak virus, maka pada akhirnya dia akan menyebar ke setiap sudut tubuh di mana ia dapat menyebabkan lebih banyak kerusakan.

ECMO machine

Pasien yang dirawat dengan menggunakan mesin ECMO.

Perawatan pada tahap ini akan melibatkan banyak alat kesehatan, dan dapat mencakup Extracorporeal Membrane Oxygenation (ECMO) untuk membantu pernapasan.

Pada dasarnya ECMO adalah paru-paru buatan yang mengeluarkan darah dari tubuh melalui tabung tebal, mengoksigenasi dan memompanya kembali.

Tetapi pada akhirnya kerusakan dapat mencapai tingkat fatal di mana organ tidak lagi dapat menjaga tubuh tetap hidup.

Kematian pertama
Dokter telah menggambarkan bagaimana beberapa pasien meninggal meskipun para dokter sudah berusaha keras menyelamatkan mereka.

Dua pasien pertama yang meninggal di Rumah Sakit Jinyintan di Wuhan, Cina, yang dirinci dalam jurnal Lancet Medical, tampaknya sehat, meskipun mereka perokok jangka panjang, dan itu mungkin melemahkan paru-paru mereka.

Yang pertama, seorang pria berusia 61 tahun, menderita pneumonia berat pada saat dia tiba di rumah sakit.

Dia menderita kesulitan pernapasan akut, dan meskipun memakai ventilator, paru-parunya gagal dan jantungnya berhenti berdetak.

Dia meninggal 11 hari setelah dia dirawat.

Pasien kedua, seorang pria berusia 69 tahun, juga menderita sindrom gangguan pernapasan akut.

Dia sudah dirawat dengan mesin ECMO tetapi upaya itu tidak cukup.

Dia meninggal karena pneumonia parah dan syok septik ketika tekanan darahnya 'kolaps'. (bbc news indonesia)

INILAH yang Terjadi setelah Virus Corona Masuk Tubuh: Covid-19 Caplok Tubuh menjadi Pabrik Virus  

Artikel ini telah tayang di Tribunjambi.com dengan judul Ini yang Terjadi Pada Tubuh Saat Masuk Virus Corona, Lalu Kenapa Bisa Menyebabkan Kematian?, https://jambi.tribunnews.com/2020/03/20/ini-yang-terjadi-pada-tubuh-saat-masuk-virus-corona-lalu-kenapa-bisa-menyebabkan-kematian?page=all

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved