Korupsi di Riau

KPK Panggil Pengusaha Asal Pekanbaru Dedy Handoko Soal Kasus Korupsi Bupati Bengkalis Amril Mukminin

Pengusaha asal Kota Pekanbaru, Dedy Handoko, dipanggil oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (20/3/2020).

KPK Panggil Pengusaha Asal Pekanbaru Dedy Handoko Soal Kasus Korupsi Bupati Bengkalis Amril Mukminin
Tribunnews/Jeprima
KPK Panggil Pengusaha Asal Pekanbaru Dedy Handoko Soal Kasus Korupsi Bupati Bengkalis Amril Mukminin. Tersangka Bupati Bengkalis Amril Mukminin resmi mengenakan rompi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK Merah Putih, Jakarta Selatan, Kamis (6/2/2020). Amril dijerat kasus suap dari PT. Citra Gading Asritama (CGA) sebesar Rp.5,6 Milyar untuk pelicin anggaran proyek peningkatan jalan Duri - Sei Pakning multi years tahun 2017-2019. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Pengusaha asal Kota Pekanbaru, Dedy Handoko, dipanggil oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (20/3/2020).

Dedy dipanggil untuk dimintai keterangannya terkait dengan kasus korupsi yang menjerat Bupati Bengkalis non aktif, Amril Mukminin.

Yakni tentang kasus suap proyek multiyears pembangunan Jalan Duri – Sei Pakning di Kabupaten berjuluk Negeri Junjungan tersebut.

Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri mengatakan, pemeriksaan terhadap Dedy Handoko diagendakan di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan.

"Hari ini ada panggilan saksi Dedy Handoko. Diperiksa di KPK. Untuk tersangka AMU (Amril Mukiminin)," sebutnya.

"Nanti kami update lagi," ungkap Ali saat ditanyai apakah yang bersangkutan hadir atau tidak memenuhi panggilan.

Terpisah, Eva Nora selaku kuasa hukum Dedy Handoko, saat dikonfirmasi terkait adanya pemanggilan terhadap kliennya itu, mengaku baru tahu saat dihubungi wartawan.

KPK Panggil Pengusaha Asal Pekanbaru Dedy Handoko Soal Kasus Korupsi Bupati Bengkalis Amril Mukminin-Ilustrasi
KPK Panggil Pengusaha Asal Pekanbaru Dedy Handoko Soal Kasus Korupsi Bupati Bengkalis Amril Mukminin-Ilustrasi (Tribun Pekanbaru/Ilustrasi/Nolpitos Hendri)

"Sepertinya tidak (datang), tapi saya tidak tahu ya. Tapi untuk memastikannya coba dicek lagi sama Jubir (KPK) ya," ungkapnya.

Disinggung apakah ada penjadwalan ulang pemanggilan, Eva menuturkan hal tersebut kemungkinan bisa jadi dilakukan.

"Kayaknya iya ya (penjadwalan ulang), tapi saya belum tahu, belum dikonfirmasi juga," jawabnya.

Halaman
12
Penulis: Rizky Armanda
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved