Rencana Pemeriksaan Massal Virus Corona di Riau , Kadiskes Mengaku Masih Dalam Pembahasan

Pemerintah Provinsi Riau masih membahas rencana pemeriksaan massal virus Corona di Riau , seperti yang diwacanakan oleh pemerintah pusat,

Rencana Pemeriksaan Massal Virus Corona di Riau , Kadiskes Mengaku Masih Dalam Pembahasan
Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Virus Corona 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU -- Pemerintah Provinsi Riau masih membahas rencana pemeriksaan massal virus Corona di Riau , seperti yang diwacanakan oleh pemerintah pusat, dalam pencegahan penularan Virus Corona di Riau atau Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir mengatakan, hingga Sabtu (21/3/2020) pihaknya masih melakukan pembahasan terkait rencana

pelaksanaan pemeriksaan massal virus Corona di Riau .

"Terkait hal itu, masih kita bahas saat ini, bagaimana pelaksanaannya. Sejauh ini kita belum mulai kita lakukan pemeriksaan massal virus Corona di Riau karena masih dalam pembahasan," kata Mimi kepada Tribun, Sabtu sore.

Ditanya terkait seperti apa gambaran prosedur, kemudian perangkat yang digunakan, serta titik-titik pelaksanaan secara umum pada pemeriksaan massal virus Corona di Riau ,

Mimi juga masih enggan menjawab, karena hal tersebut dikatakannya juga masih dalam pembahasan.

Sementara itu, terkait obat Chloroquine atau klorokuin, obat anti-malaria yang dicek oleh Presiden AS, Donald Trump untuk uji klinis dalam melawan virus corona, yang dinyatakan dapat mematikan bagi anak-anak,

Kadiskes Mimi mengaku belum mengetahui hal tersebut, dan tidak bisa mengomentari hal itu.

Sebelumnya, Juru Bicara Pemerintah RI untuk penanganan virus corona atau Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan,

pemerintah akan melaksanakan pemeriksaan massal untuk kasus Virus Corona sebagai upaya mengurangi kemunculan kasus positif di tengah masyarakat yang berpotensi menimbulkan penularan kepada orang lain.

"Pemerintah juga akan menyiapkan 1 juta KIP untuk pemeriksaan secara massal kaitannya dengan mengidentifikasi kasus positif yang ada di masyarakat," kata Achmad saat Konferensi Pers update terkini Covid-19 di Graha BNPB, Jakarta, Jumat (20/3/2020).

"Tentu ini akan dilakukan melalui analisa resiko jadi tidak semua orang akan diperiksa, manakala kita yakini resikonya rendah tidak diperiksa," imbuhnya.

Sedangkan untuk metode yang digunakan dalam pemeriksaan massal berbeda dengan metode yang selama ini digunakan untuk menegakkan diagnosa.

"Pemeriksaan massal akan dilakukan melalui darah, kemudian dilakukan pemeriksaan dengan alat sehingga dalam waktu kurang dari dua menit akan bisa selesaikan hasilnya," ujarnya. ( Tribunpekanbaru.com /Alexander)

Penulis: Alex
Editor: rinalsagita
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved