Belajar dari Italia: Remehkan Bahaya Corona, Kini Jadi Negara Kedua Kematian dan Infeksi Terbanyak

Pandemi global virus corona atau Covid-19 bagaikan pukulan telak pada salah satu negara Eropa, Italia.

FOTO / AFP
Seorang wanita mengenakan topeng pernapasan berjalan di Cordonata capitolina menuju Capitol Hill (Campidoglio) dan Balai Kota Roma pada 10 Maret 2020. Italia memberlakukan batasan nasional, atau Karantina sebagai antisipasi penyebaran Virus Corona. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Pandemi global virus corona atau Covid-19 bagaikan pukulan telak pada salah satu negara Eropa, Italia.

Tidak butuh waktu lama virus ini menyebar, Italia telah mengantongi 59.138 kasus infeksi Covid-19.

Bahkan berkali-kali jumlah kasus dan kematian mengalami lonjakan di Negeri Menara Pisa ini.

Seperti halnya yang tercatat dalam The Wuhanvirus.
Beberapa waktu lalu, Italia mengalami lonjakan angka kematian yang mengerikan, yakni 793 dalam sehari.

Fakta ini didukung dengan kabar betapa kewalahannya petugas pemakaman hingga pemerintah mengerahkan militer untuk mengurusi jenazah-jenazah tersebut.

Seakan ada Wuhan di Italia, sejak mewabahnya virus corona ini, Italia sudah dijuluki demikian.

Bahkan menyandang predikat sebagai episentrum wabah Covid-19 di Benua Eropa.

Betapa tidak, Italia memang sejak lama sudah bertengger di urutan kedua infeksi dan kematian terbesar setelah China.

Melansir ABC News, pada (19/3/2020) beberapa waktu lalu beredar video yang berisi pesan dari warga Italia yang sedang menjalani isolasi.

 

Pembuat film lepas, Olmo Parenti yang mengawaki adanya video ini.

Dia terpanggil dengan masifnya angka-angka korban Covid-19 di Italia.

Halaman
123
Editor: Firmauli Sihaloho
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved