Breaking News:

Cegah Penyebaran Covid 19

Para Medis: Kami Butuh APD Covid-19, Gubri Syamsuar: Sulit Didapatkan, Wabup Inhu Akui APD Kurang

Para medis di RSUD Arifin Achmad membutuhkan bantuan Alat pelindung Diri atau APD, sementara itu Gubernur Riau Syamsuar menyebut APD sulit didapatkan

Tribun Pekanbaru/Nasuha Nasution
Para Medis: Kami Butuh APD Covid-19, Gubri Syamsuar: Sulit Didapatkan, Wabup Inhu Akui APD Kurang. Ket foto : Para medis di RSUD Arifin Achmad menjalankan protokol dalam penanganan Pasien Suspect Virus Corona menggunakan APD. 

Sebelumnya Pemprov Riau sudah meminta bantuan kepada perusahaan-perusahaan besar di Riau untuk ikut membantu pemerintah daerah menyiapkan APD.

Namun Syamsuar mengungkapkan, yang menjadi kendala saat ini, bukan persoalan anggaran untuk pembelian APD tersebut, namun persoalannya, APD saat ini sulit ditemukan di pasaran.

"Jadi bukan soal pembelinya, tapi barangnya yang langka, kami baru dapat info, di solo jawa tengah ada pabrik yang membuat itu. Makanya kami tadi minta apindo agar bisa membantu pengadaan APD, karena ini untuk keselamatan kerja para perawat kita, karena apd ini hanya sekali pakai. Sudah dipakai itu tidak bisa dipakai lagi, itu langsung dimusnahkan," ujarnya.

Wabup Inhu Akui Kekurangan APD

Wakil Bupati Indragiri Hulu (Inhu), Khairizal bersama dengan forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) Kabupaten Inhu menggelar video confrence bersama dengan Gubernur Riau, Syamsuar dan jajaran Forkopimda Riau, Senin (23/3/2020).

Pada kesempatan itu, Khairizal menyampaikan bahwa Kabupaten Inhu sudah menetapkan status siaga darurat dan sudah membentuk gugus tugas penanganan COVID-19.

Selain itu, Khairizal menyampaikan bahwa Kabupaten Inhu kekuranhan alat pelindung diri (APD).

"Masalahnya saat ini kami kekurangan APD untuk petugas kesehatan, namun sudah kami mintakan ke provinsi," kata Khairizal, Senin (23/3/2020).

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Inhu, Elis Julinarti mengatakan bahwa stok APD saat ini masih cukup.

"Saat ini masih cukup, namun apabila ada lonjakan pasien tentu APD yang ada tidak cukup," kata Elis. Elis berkata APD yang ada saat ini disebar ke Puskesmas dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Indrasari Rengat.

Selain persoalan APD, Khairizal juga melaporkan bahwa RSUD Indrasari Rengat saat ini sudah menyiapkan ruang isolasi untuk mengantisipasi.

Terdapat empat tidur dalam ruang isolasi, dan rencananya akan dilakukan penambahan.

Sebagai bentuk antisipasi pencegahan penyebaran COVID-19, Satpol PP Inhu bersama dengan TNI-Polri melakukan patroli gabungan sekaligus memberikan imbauan kepada warga tentang dampak dan bahaya virus COVID-19.

Selain itu, Khairizal menyampaikan bahwa stok bahan pangan di Kabupaten Inhu cukup untuk tiga bulan mendatang.

Untuk memastikan ketersediaan stok bahan pangan di Inhu, Pemda Inhu melakukan koordinasi dengan Bulog.

Dalam pengawasannya juga melibatkan TNI-Polri. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan pelaku penimbunan bahan pangan.

Persoalan Kebakaran Lahan dan Hutan (Karlahut) juga turut menjadi pertanyaan Gubri.

Menjawab pertanyaan Gubri, Khairizal memastikan bahwa tidak ada titik api di Kabupaten Inhu saat ini.

Cegah Penyebaran Covid-19 - Tribunpekanbaru.com / Nasuha Nasution / Syaiful Misgiono / Bynton Simanungkalit.

Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved