Stok APD Covid 19 di Riau Menipis
Dirut RSUD Puri Husada: APD Covid-19 di RSUD Puri Husada Tembilahan Indragiri Hilir Terbatas
Ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi petugas medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada (PH) Tembilahan masih cukup untuk saat ini
Penulis: T. Muhammad Fadhli | Editor: Nolpitos Hendri
TRIBUNPEKANBARU.COM, TEMBILAHAN - Ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi petugas medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada (PH) Tembilahan masih cukup untuk saat ini.
Namun RSUD PH Tembilahan sebagai rumah sakit rujukan corona masih terus mencari APD untuk mengantisipasi berkurang dan habisnya APD yang ada pada saat ini.
Dirut RSUD PH Tembilahan, dr. Saut Pakpahan menuturkan, pihaknya saat ini dalam proses pengadaan dan pencarian APD sebagai stock, mengingat APD yang ada saat ini terbatas.
“Di kita APD kita ada, tapi kurang. Sekarang proses pengadaan, pengajuan tetap on proces. Kendalanya karena di pasaran dia (APD) kurang, jadi kita terpaksa harus cari kiri kanan. Jadi ada, kalau dibilang cukup tidak juga, terbatas, sambil tetap kita pengadaan,” jelas dr. Saut saat di konfirmasi Tribun Pekanbaru, Rabu (25/3).
Menurut dr Saut, mengenai dana untuk pengadaan APD sudah di back up seluruhnya oleh Pemerintah Daerah, sehingga tidak ada masalah untuk dana.
“Kalau untuk kita dari segi anggaran cukup, artinya Pemda bertanggung jawab. RSUD dana cukup kita, cuma barang yang tak ada di pasaran, jadi tinggal nunggu barang saja,” tuturnya.
Untuk memenuhi dan menjaga kebutuhan APD ini tetap ada, dikatakan dr. Saut, pihaknya telah mencari ke semua tempat yang memiliki informasi mengenai APD.
Namun karena APD menjadi kebutuhan seluruh rumah sakit membuat produksi saat ini tidak mencukupi, sehingga harus lebih sabar menunggu.
“Ke Jakarta kemana aja ada informasi. Jadi menjelang produksi cukup dan kembali stabil, pokoknya ada inisiatif mensiasatinya, yang penting petugas aman pasien terlayani. Sekarang masih ada (APD) kita, tapi harus antisipasi kekurangan untuk waktu kedepan, harus beli,” pungkasnya.
APD Covid-19 di Meranti Menipis
Tim Gugus Tugas Covid-19 di Kepulauan Meranti mengakui bahwa saat ini Alat Perlindungan Diri (APD) yang dimiliki tim lapangan sangat terbatas.
Bahkan hingga saat ini APD yang dikatakan Pemerintah Pusat sudah dikirimkan ke daerah-daerah belum sampai ke Kepulauan Meranti.
"Kita belum dapat APD, yang jelas kita menghemat mengefektifkan, apa yang ada (APD) saat ini," ungkap Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 di Kepulauan Meranti Muhammad Fahri.
Fahri mengatakan bahwa saat ini kebutuhan untuk APD dan Cairan Disinfektan sangat dibutuhkan di Kepulauan Meranti.
"Saat ini sangat kurang sekali dan kita sangat butuh sekali, yang paling utama yaitu APD dan disinfektan," ujar Fahri.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti dr. Misri Hasanto mengatakan bahwa saat ini peningkatkan terhadap Orang Dalam Pantau (ODP) pada hari ini Rabu (25/3/2020) sudah meningkat dari hari sebelumnya 43 orang.
Jumlah yang semakin meningkat ini dikatakan Misri membuat keperluan akan APD dan disinfektan lainnya sangat penting di Kepulauan Meranti.
Dirinya menambahkan sudah mengajukan sejumlah APD dan alat lainnya untuk keperluan petugas di lapangan.
"Kita sudah meming 10.000 rapid rest, 1000 APD, 5.000 kotak masker, kepada pemerintah melalui provinsi namun hingga saat ini belum ada kepada kita," ungkapnya.
Dikatakan Misri alat-alat teeehur sangat dibutuhkan mengingat tim medis tidak hanya ada di ibukota kabupaten yaitu Selatpanjang.
Tapi juga tersebar di seluruh kecamatan yang ada di Kepulauan Meranti.
"Perwakilan masing-masing itu ada di Kecamatan, karena setiap hari tim kita selalu memantau orang yang termasuk ODP maupun ODR, karena kita sudah punya data baik nama dan tempat tinggalnya," ujar Misri.
Dikatakan Misri hal tersebut membuat setiap harinya tim medis yang bertugas harus memperlengkapj dirinya dengan alat-alat yang dimaksudkan sebelumnya.
"Jadi setiap harinya itu yang digunakan. Yang pasti kita saat ini masih kekurangan namun kita bekerja dengan apa yang tersedia saat ini dengan efektif dan efisien," pungkas Misri.
Dirut RSUD Arifin Achmad Minta Bantuan APD
Direktur Utama (Dirut) Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Achmad (RSUD-AA) Provinsi Riau Nuzelly Husnedi meminta kepada masyarakat yang memiliki Alat Pelindung Diri (APD) untuk membantu Rumah Sakit.
Ini dipersiapkan bagi tenaga medis yang menangani pasien covid-19.
Diakui Nuzelly Husnedi saat ini memang persediaan masih ada, hanya saja sebagai upaya antisipasi jangka panjang, beberapa waktu ke depan diperlukan untuk stok.
"Silakan menyampaikan bantuannya, kalau masih ada yang punya stok di rumah atau dimanapun di Riau. Kami menghimbau masyarakat agar berperan, ini bukan karena kekurangan namun untuk persiapan kita bila APD yang ada sekarang habis," ujar Nuzelly kepada tribunpekanbaru.com.
Karena menurut Nuzelly, APD untuk tenaga medis ini menjadi sebuah keharusan, sebagai tombak terdepan dalam penanganan dan penyembuhan pasien covid-19.
"Saya ingin agar staf saya di RSUD bekerja terlindungi, apalagi RSUD AA sebagai pusat rujukan nanti kalau pasien misalnya membludak tentu harus dipersiapkan APD nya, dan tenaga medis kami juga bisa bekerja maksimal," ujarnya.
Meskipun diakui Nuzelly, tanpa APD pun tenaga medisnya di RSUD AA akan tetap melayani pasien yang berobat, namun ini sebagai wujud perhatian dan kontribusi sesama dan peran masyarakat.
"Orang nggak paham selalu bilang pemerintah gagap tidak punya persiapan APD, sekarang ini berhenti saling menyalahkan memang dunianya gagap sekarang, karena kita tidak pernah tau ada bencana ini makanya tidak ada persiapan," jelas Nuzelly.
Maka yang harus dilakukan sekarang saling bahu membahu melawan covid-19, peran yang bisa dilakukan maka dilaksanakan, untuk pihak Rumah Sakit menangani pasien, sedangkan masyarakat yang bisa membantu silahkan membantu.
"Tidak ada waktunya saling menyalahkan dalam kondisi sekarang, lebih baik kita bersama saling membantu melawan covid-19," ujarnya.
Untuk jenis APD yang dibutuhkan RSUD AA saat ini menurut Nuzelly simple saja, ada gaun single use, face shield, masker bedah dan N95.
"Tinggal nanya masyarakat punya apa saja walaupun masker saja, gaun, sepatu boots, kacamata, silahkan bantu, kami tidak butuh uang, karena adapun uang belinya susah, siapapun yang kasih bantuan akan saya terima," jelas Nuzelly.
Kepada perusahaan lokal di Riau juga dihimbau untuk melakukan upaya produksi APD sendiri, sebagaimana yang sudah dilakukan perusahaan lokal di Solo Jawa Tengah.
"Saya juga himbau kalau ada perusahaan lokal bisa produksi itu maka kita akan pesan, jadi tidak perlu kita bingung cari APD lagi kalau kita bisa produksi di tingkat lokal," ujarnya.
Stok APD Covid-19 untuk Para Medis di Riau Menipis
Pemerintah Provinsi Riau sudah mengusulkan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) untuk tenaga medis dan dokter yang merawat pasien Covid-19 ke pemerintah pusat.
Namun sejauh ini belum ada bantuan APD yang dikirim oleh pemerintah pusat ke Riau.
Sementara stok APD untuk tenaga medis di sejumlah rumah sakit di Riau semakin menipis.
"APD belum sampai, tapi kita sudah usulkan ke pemerintah pusat. Tapi kalau kita lihat memang sekarang kan prioritasnya untuk jawa dan bali dulu, jadi untuk di Riau kita belum tau kapan akan dikirim, " kata Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir, Rabu (25/3/2020).
"Mudah-mudahan minggu ini datang, karena teman-teman di rumah sakit, baik di Pekanbaru maupun di kabupaten kota sudah mengeluh kekurangan APD," katanya.
Selain mengajukan permintaan bantuan ke pemerintah pusat, Pemprov Riau sendiri juga sudah memesan pengadaan APD.
Pemprov Riau sudah menggarkan sebanyak 5000 APD yang nanti nya akan didistribusikan ke sejumlah rumah yang saat ini merawat pasien suspek corona dan positif corona.
"Kita sudah pesan, tapi untuk pengadaan APD ini tidak bisa cepat," ujarnya.
Mimi tidak menapik saat ini ketersediaan APD untuk tenaga medis yang menangani pasien Covid-19 di Riau mulai menipis.
Namun Mimi enggan menyebutkan secara rinci berapa stok APD di Riau yang ada saat ini dan cukup untuk berapa hari lagi stok APD tersebut.
"Memang APD kita minim, tapi jangan tanya berapa stoknya dan cukup untuk berapa hari,"katanya.
Mimi mengungkapkan, kebutuhan APD sangat bergantung dengan jumlah pasien suspek atau pasien dalam pengawasan.
Sebab semakin banyak pasien suspek yang dirawat maka semakin banyak pula APD yang dihabiskan.
"Jadi kebutuhan APD tergantung dari jumlah pasien, semakin banyak PDP maka semakin banyak kebutuhanhnya.
Makanya semakin cepat pasien tau hasil uji lab nya itu semakin hemat APDnya," katanya.
Stok APD Covid-19 di Riau Menipis - Tribunpekanbaru.com / T. Muhammad Fadhli.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/kronologi-evakuasi-abk-dari-malaysia-pasien-suspect-virus-corona-ke-rsud-puri-husada-tembilahan-riau.jpg)