Karhutla

Karhutla di Pangkalan Terap Pelalawan Belum Padam, Tim Gabungan Dibagi Empat Titik Isolasi Api

Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi di Desa Pangkalan Terap, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau belum bisa dipadamkan

Karhutla di Pangkalan Terap Pelalawan Belum Padam, Tim Gabungan Dibagi Empat Titik Isolasi Api
istimewa
Tim darat gabungan melakukan pemadaman Karhutla di Desa Pangkalan Terap Kecamatan Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan pada Rabu (25/3/2020). 

Karhutla di Pangkalan Terap Pelalawan Belum Padam, Tim Gabungan Dibagi Empat Titik Isolasi Api

TRIBUNPEKANBARU.COM - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi di Desa Pangkalan Terap, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau belum bisa dipadamkan hingga Kamis (26/3/2020).

Karhutla sudah berlangsung selama tiga hari sejak api muncul pada Selasa (24/3/2020) siang lalu.

Upaya pemadaman dilakukan tim darat gabungan rayon Kecamatan Teluk Meranti mulai dari TNI, Polri, masyarakat peduli api, tim kecamatan, dan perusahaan yang ada di sekitarnya.

"Kemarin sore satu tim dari BPBD kita kirim ke lokasi, untuk menambah kekuatan dan membantu pemadaman," tegas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Hadi Penandio, kepada tribunpekanbaru.com, Kamis (26/3/2020).

Selain puluhan personil gabungan diterjunkan dengan peralatan lengkap, ada tiga alat berat yang turun membantu melakukan penyekatan api milik perusahaan.

Kemudian helikopter milik Sinar Mas juga masih beraksi melakukan Water Bombing (WB) sejak hari pertama.

Pola penanganan Karhutla dilakukan dengan tehnik isolasi api agar tidak merembet lebih luas lagi.

Tim gabungan dibagi menjadi empat titik di masing-masing sisi untuk menjangkau kepala api. Personil gabungan terkendala dengan akses yang sulit ke lokasi dan air yang sulit.

Anggota pemadam harus menggunakan kapal ketinting menyusuri sungai, kemudian berjalan kaki agar sampai ke lokasi.

"Lokasi yang terbakar memang hamparan semak belukar yang hampir tak ada kayu dan pohon. Anggota juga sulit mendirikan tenda," tambah Hadi Penandio.

Dijelaskannya, areal yang terbakar merupakan lahan gambut yang cukup dalam, namun tanah di bagian bawah masih basah dan berlumpur.

Hanya saja semak belukar yang kering menjadi bahan bakar bagi si jago merah.

( Tribunpekanbaru.com / Johannes Wowor Tanjung )

Penulis: johanes
Editor: Ilham Yafiz
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved