Update Kasus Virus Corona

PENJELASAN MUI Riau Tentang Imbauan Tidak Melaksanakan Sholat Jumat dan Sholat Berjamaah di Masjid

Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah mengeluarkan fatwa menyarankan agar tidak dilakukan sholat Jumat dan sholat berjamaah di masjid

PENJELASAN MUI Riau Tentang Imbauan Tidak Melaksanakan Sholat Jumat dan Sholat Berjamaah di Masjid
Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir
PENJELASAN MUI Riau Tentang Imbauan Tidak Melaksanakan Sholat Jumat dan Sholat Berjamaah di Masjid. Petugas Satpol PP Pekanbaru sedang memberikan penjelasan kepada jemaah yang akan melaksanakan sholat Jumat di Masjid Paripurna Agung Ar Rahman, Jumat (20/3/2020). (www.tribunpekanbaru.com/Doddy Vladimir) 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah mengeluarkan fatwa menyarankan agar tidak dilakukan sholat Jumat dan sholat berjamaah di masjid.

Fatwa ini dikeluarkan MUI Riau untuk menghindari dan mencegah penyebaran Covid-19, karena adanya kerumunan dan perkumpulan.

"Kalau sesuai alasan syara' sudah cukup untuk tidak berjamaah lagi di masjid, terutama sholat Jumat dan semua ulama sependapat. Bukan kita meninggalkan sholat Jumat namun bisa diganti di rumah dengan sholat Zuhur," ujar Ketua MUI Riau Nazir Karim kepada Tribunpekanbaru.com pada Kamis (26/3/2020).

Bahkan pada zaman Nabi Muhammad SAW ada juga wabah yang mengharuskan mereka saat itu tidak melaksanakan Sholat Jumat dan Sholat berjamaah di masjid.

"Memang kita Kesulitan menghadapi persoalan sebagian masyarakat tetap ingin melaksanakan dan muncul pendapat lain, yang jelas kita juga sudah jelas dari pemerintah diupayakan menjaga jarak," ujar Nazir Karim.

Namun fatwa nomor 14 tahun 2020 yang dikeluarkan MUI itu menurut Nazir Karim juga bersifat tidak mengharuskan semua harus menghentikan aktivitas Sholat berjamaah dan Sholat Jumat.

Melainkan untuk masjid tertentu yang dianggap rawan, karena banyaknya massa dari berbagai kalangan berkumpul harus dilakukan upaya untuk tidak melaksanakan Sholat berjamaah.    

"Kalau misalnya di daerah tertentu atau pedesaan yang mereka tahu siapa saja orang yang Sholat di sana, silahkan tetap laksanakan Sholat Jumat, dengan catatan tetap memperhatikan anjuran untuk membawa sajadah masing-masing dan menghindari bersentuhan,"ujarnya.

Sedangkan untuk pola itu diterapkan di masjid-masjid perkotaan apalagi yang ramai jamaahnya menurut Nazir Karim tidak mungkin dilakukan karena namanya massa berkumpul.

Bahkan di sebagian masjid di Pekanbaru yang tetap ngotot melaksanakan Sholat berjamaah menurut Nazir Karim tetap melaksanakan dengan membuat jarak antara satu jamaah dengan lainnya pada saat Sholat.

Halaman
1234
Penulis: Nasuha Nasution
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved