Breaking News:

Update Kasus Virus Corona

PENJELASAN MUI Riau Tentang Imbauan Tidak Melaksanakan Sholat Jumat dan Sholat Berjamaah di Masjid

Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah mengeluarkan fatwa menyarankan agar tidak dilakukan sholat Jumat dan sholat berjamaah di masjid

Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir
PENJELASAN MUI Riau Tentang Imbauan Tidak Melaksanakan Sholat Jumat dan Sholat Berjamaah di Masjid. Petugas Satpol PP Pekanbaru sedang memberikan penjelasan kepada jemaah yang akan melaksanakan sholat Jumat di Masjid Paripurna Agung Ar Rahman, Jumat (20/3/2020). (www.tribunpekanbaru.com/Doddy Vladimir) 

Korban tewas di Indonesia akibat pandemi Virus Corona capai 78 orang atau bertambah 20 orang dan pasien positif Covid-19 di Riau jadi 2 orang atau bertambah 1 orang.

Data tersebut merupakan data update dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Indonesia yang diumumkan langsung oleh Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto pada Kamis (26/3/2020) sore.

Achmad Yurianto mengungkapkan jika terjadi penambahan jumlah pasien positif Virus Corona di Indonesia.

"Ada penambahan kasus konfirmasi positif kurang lebih 103 orang, sehingga jumlah totalnya menjadi 893," ujarnya dalam jumpa pers seperti dilansir dari live streaming laman resmi youtube BNPB.   

Ia menjelaskan jika terjadi penambahan kasus positif lumayan banyak di Sulawesi Selatan.     

"Sulsel terjadi penambahan kasus cukup banyak 14 orang," sebutnya.

Data terkini perkembangan penanggulangan Virus Corona, Covid-19 di Indonesia, Kamis (26/3/2020).
Data terkini perkembangan penanggulangan Virus Corona, Covid-19 di Indonesia, Kamis (26/3/2020). (ISTIMEWA / BNPB)

Berikut Rincian Update Data Covid-19 di indonesia:

Kasus Positif: 893 Kasus

Pasien Sembuh: 35 Orang

Pasien Meninggal Dunia: 78 orang, terjadi penambahan 20 kasus dibanding hari sebelumnya.

Total Pasien yang Sembuh: 35 Orang.

Khusus di Provinsi Riau, berdasarkan data yang dirilis  Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 terdapat tambahan seorang pasien positif Covid-19.

P

15 ODP Covid-19 di Kuansing Pulang dari Jakarta dan Bogor serta Malaysia

Juru bicara Pemkab Kuansing terkait penanganan virus corona atau covid-19, Helmi Ruspandi mengatakan tambahan 15 warga yang masuk daftar ODP saat ini masih terus dipantua.

Sebanyak 15 warga tersebut mengalami batuk, demam dan pilek.

"15 orang tambahan yang masuk daftar OPD itu mengalami batuk, demam dan pilek," kata Helmi Ruspandi, Kamis (26/3/2020).

Tambahan 15 daftar warga yang masuk kategori ODP ini terjadi pada Rabu (25/3/2020), sehingga total warga Kuansing yang masuk ODP saat ini sebanyak 29 orang.

Selain mengalami batuk, demam dan pilek, 15 warga yang masuk ODP tersebut juga karena berasal dari daerah zona merah virus corona seperti Jakarta, Bogor dan Malaysia.

"Jadi bukan karena ada gejala saja. Tapi mereka baru datang dari Jakarta, Bogor dan Malaysia," katanya.

Pria yang juga menjabat sebagai Plt kepala Dinas Kesehatan ini mengatakan 29 warga tersebut terus di pantau petugas Puskesmas dan bidan desa.

Warga yang ODP tersebut saat ini mengisolasi diri sendiri di rumah.

Ia pun berharap warga bisa lekas pulih.

Terkait penyebarannya, 29 warga yang ODP tersebut tersebar di 9 kecamatan.

Namun Helmi lupa detail kecamatan penyebaran ODP ini.

ODP Covid-19 di Kampar Capai 978 Orang

Naik tajam sebanyak 196 orang sehingga jumlah Orang Dalam Pengawasan di Kampar mencapai 978 orang hingga Kamis (26/3/2020).

Sedangkan jumlah Pasien Dalam Pengawasan ataui PDP di Kampar hari ini, Kamis (26/3) bertambah menjadi dua orang.

Sebelumnya di Kampar baru hanya satu orang saja pasien yang masuk dalam kategori PDP.

Berdasarkan Data Siaga Corona yang dihimpun Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar, dua pasien yang masuk dalama kategori PDP dirawat di Puskesmas Salo dan RSUD Bangkinang.

Penambahan pasien PDP ini terjadi hari ini.

Sementara itu, hingga pukul 11.30 wib, dari upaya pencegahan, pendataan dan sosialisasi oleg Satuan Tugas Covid 19 di Kampar sudah ada 978 orang masyarakat yang masuk dalam kategori Orang Dalam Pengawasan (ODP).

Jumlah ini kembali meningkat sebanyak 196 orang dari pendataan sore hari kemarin, Rabu (25/3).

Status ini memaksa orang yang berstatus ODP untuk melakukan isolasi mandiri di rumah dengan pemantauan juga dilakukan oleh pihak Puskesmas.

Dalam status ODP ini Dinas Kesehatan menemukan 8 orang yang disertai dengan sejumlah gejala Covid19.

Dari data yang dipaparkan Dinas Kesehatan, Kecamatan Tapung Hilir ada sekitar 150 orang berstatus ODP.

Diikuti Kecamatan Kampar 135 orang berstatus ODP.

Penyebaran masyarakat berstatus ODP ada di 21 kecamatan di Kabupaten Kampar

Dilain pihak manajemen RSUD Bangkinang mengaku hingga hari ini belum juga menerima data swab test dari PDP yang dirawat.

"Kita belum terima hasilnya, biasanya hasil keluar sekitar 8 hari, namun mengingat banyaknya jumlah kasus dari berbagai daerah kita tidak bisa prediksi kapan terima," kara Direktur RSUD Bangkinang, Asmara Fitrah Abadi.

Data Rabu (25/3/2020)

Hingga hari Rabu (25/3/2020) di Kabupaten Kampar tercatat ada 782 orang masyarakat berstatus Orang Dalam Pengawasan atau ODP Covid-19.

Selain itu, hingga hari ini terdata 1 orang masyarakat berstatus PDP dan dirawat di RSUD Bangkinang.

Jumlah ini meningkat drastis dari hari Senin kemarin yang hanya berjumlah 300 orang.

Lebih dari 100 persen peningkatan jumlah orang yang berstatus ODP di Kampar.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar pesebaran ODP di Kampar hampir diseluruh kecamatan di Kampar.

Ada 21 kecamatan yang terdata masyarakatnya berstatus ODP.   

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar, Dedi Sambudi mengatakan sebagian besar masyarakat yang berstatus ODP adalah mereka yang baru pulang dari negeri jiran Malaysia.

Ada 458 orang terdata baru balik dari negeri jiran Malaysia.

Untuk yang berstatus PDP, ia mengaku pihaknya telah memberikan pelayanan kesehatan dan perawatan kepada yang bersangkutan untuk memastikan apakah pasien itu merupakan suspek virus corona atau tidak.

“Dari informasi tim medis di rumah sakit, kondisi pasien yang bersangkutan semakin membaik,” ungkapnya.

Sementara itu terkait Alat Perlindungan Diri (APD) bagi tenaga medis, dia menjamin ketersediaan peralatan tersebut.

“Saya menjamin seluruh alat kesehatan untuk penanganan Covid-19 dalam kondisi yang baik,” tutupnya.

86 WNI dari Malaysia dan Singapura yang Masuk dari Kuala Kampar

Sebanyak 86 warga Kabupaten Pelalawan Riau yang baru kembali dari Malaysia dan Singapura terpantau masuk dari pelabuhan Kecamatan Kuala Kampar hingga Selasa (24/3/2020) lalu.

Warga Pelalawan yang kembali dari negeri tetangga itu pulang menggunakan speedboat melalui Kota Batam dan daerah lain di Provinsi Kepulauan Riau.   

Jumlah WNI yang datang itu merupakan akumulasi dalam dua pekan terakhir ini.

Diperkirakan jumlahnya akan bertambah lagi beberapa hari kedepan.

"Sampai sore kemarin sudah ada 86 warga yang tiba ke Kuala Kampar," ungkap Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kuala Kampar, Yan Beni Ayula S.Kep, kepada Tribunpekanbaru.com pada Rabu (25/3/2020).

Beni menjelaskan, petugas kesehatan dan personil gabungan lainnya siaga di pelabuhan dalam memantau penumpang yang turun dari speedboat yang menyandar.

Sebanyak 86 warga Kabupaten Pelalawan Riau yang baru kembali dari Malaysia dan Singapura terpantau masuk dari pelabuhan Kecamatan Kuala Kampar. Ket foto: Suasana pemeriksaan WNI dari Malaysia di Pelabuhan Kuala Kampar.
Sebanyak 86 warga Kabupaten Pelalawan Riau yang baru kembali dari Malaysia dan Singapura terpantau masuk dari pelabuhan Kecamatan Kuala Kampar. Ket foto: Suasana pemeriksaan WNI dari Malaysia di Pelabuhan Kuala Kampar. (Tribun Pekanbaru/Johanes Wowor Tanjung)

Pengurukan suhu tubuh menggunakan thermal scanner juga dilakukan untuk mengontrol kesehatanya.

Data masing-masing warga yang baru tiba dari luar negeri itu juga diambil.

Untuk mengantisipasi penyebaran Corona Virus Desease 2019 atau Covid-19.

"Kami terus mengawasi dan memantau kesehatan seluruhnya selama 14 hari kedatangan. Kita tetap waspada terhadap virus corona," tambah Beni.

Juru bicara gugus tugas Covid-19 Pelalawan, Asril M.Kes menuturkan, saat ini ada 130 warga Pelalawan yang masuk isolasi mandiri.

Mereka diobservasi lantaran baru pulang dari begara Malaysia, Singapura, Thailand, Hongkong, serta daerah di Indonesia yang telah terinfeksi virus corona.

"Semuanya kita pantau karena memiliki riwayat perjalanan dari luar negeri dan dalam negeri," tutur Asril.

Kepala Dinas Kesehatan Pelalawan ini menambahkan, warga berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak empat orang.

Sebanyak 86 warga Kabupaten Pelalawan Riau yang baru kembali dari Malaysia dan Singapura terpantau masuk dari pelabuhan Kecamatan Kuala Kampar. Ket foto: Suasana pemeriksaan WNI dari Malaysia di Pelabuhan Kuala Kampar.
Sebanyak 86 warga Kabupaten Pelalawan Riau yang baru kembali dari Malaysia dan Singapura terpantau masuk dari pelabuhan Kecamatan Kuala Kampar. Ket foto: Suasana pemeriksaan WNI dari Malaysia di Pelabuhan Kuala Kampar. (Tribun Pekanbaru/Johanes Wowor Tanjung)

Sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ada tiga orang yang dirawat di Rumah Sakit Awal Bross Pekanbaru, Rumah Sakit Efarina, dan RSUD Arifin Ahmad.

Saat ini tersedia delapan ruang isolasi di Pelalawan diantaranya lima di RS Efarina, dua di RSUD Selasih, satu di RS Amelia Medika.

Ke depan akan ditambah tujuh lagi ruangan isolasi di rumah sakit plat merah itu.

Proses pembangunannya sedang berlangsung di komplek RSUD yang terletak di Jalan Hangtuah SP 6 Desa Makmur itu.

Para medis telah disiapkan dengan Alat Pelindung Diri (APD) yang akan menjaga ruang isolasi.

"APD akan ditambah lagi dengan pengadaan dan bantuan dari pemprov maupun pusat," tandasnya.

Update Kasus Virus Corona - Tribunpekanbaru.com / Nasuha Nasution.

Penulis: Nasuha Nasution
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved