Terkait Relaksasi Kredit akibat Corona, OJK: Jangan Berbondong-bondong ke Bank/Leasing

OJK masih dalam tahap finalisasi produk hukum untuk perusahaan leasing. Pihaknya bakal terus berkoordinasi dengan asosiasi terkait.

Istimewa
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) 

TRIBUNPEKANBARY.COM - Juru Bicara Otoritas Jasa Keuangan ( OJK) Sekar Putih Djarot meminta masyarakat yang meminta relaksasi kredit tetap tenang dan jangan berbondong-bondong data ke bank maupun leasing.

"Tidak perlu berbondong-bondong datang ke bank/leasing saat masa social & physical distancing. Karena kesehatan jauh lebih penting, untuk menjaga kesehatan bersama dan mencegah penyebaran Covid-19," kata Sekar kepada Kompas.com, Sabtu (28/3/2020).

Nantinya, pihak bank dan perusahaan leasing pasti akan memberitahu tata cara pengajuan relaksasi kredit tanpa bertatap muka langsung, seperti telepon, whatsapp, email, rilis, dan website resmi.

"Masyarakat (silakan) agar menghubungi bank/leasing melalui kanal komunikasi tersebut (tanpa perlu berbondong-bondong datang ke kantor bank/leasing)," ucap Sekar.

Lagipula, relaksasi kredit bukan untuk semua debitur maupun nasabah yang memiliki kewajiban untuk membayar kreditnya.

Relaksasi kredit hanya untuk pihak yang benar-benar terdampak usahanya karena virus corona.

"POJK-nya jelas menyatakan untuk hindari moral hazard.

Jangan debitur yang mampu membayar jadi tidak mau bayar utang, ataupun debitur yang sudah macet sebelum Covid-19 kemudian semakin menghindari kewajibannya," tegas Sekar.

Adapun saat ini, OJK masih dalam tahap finalisasi produk hukum untuk perusahaan leasing.

Halaman
12
Editor: Firmauli Sihaloho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved