Liga 2

BOLA LOKAL - Sudah Terima Surat Dari PSSI, Tim Tiga Naga Riau Resmi Liburkan Pemain

Tim Tiga Naga Riau, akhirnya resmi meliburkan para pemainnya yang akan bermain di Liga 2 musim 2020 ini.

tribun pekanbaru/syafrudin mirohi
Tim KS Tiga Naga Riau, 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU- Tim Tiga Naga Riau, akhirnya resmi meliburkan para pemainnya yang akan bermain di Liga 2 musim 2020 ini.

Libur para pemain ini diputuskan manajemen Tiga Naga, setelah menerima surat resmi dari PSSI, terkait penundaan gelaran kompetisi Liga 1 dan Liga 2, akibat wabah Covid-19.

"Surat sudah kita terima akhir pekan kemarin. Malamnya manajemen langsung rapat, dan memutuskan meliburkan pemain," tegas Manajer Tiga Naga Riau Hidayat, Minggu (29/3/2020) kepada Tribunpekanbaru.com.

Meski sudah meliburkan pemain, namun manajemen Tiga Naga tidak kaku kepada pemain yang berada di mess Pekanbaru.

Sebab, beberapa pemain daerahnya sudah ditetapkan lockdown. Sehingga mereka tidak bisa pulang ke kampungnya.

"Di tim ini, kita kebanyakan anak dari Jatim (Jawa Timur). Kita ketahui, Jatim sudah lockdown, jika mereka pulang ke rumahnya, bisa-bisa kena isolasi 14 hari. Makanya, silakan mereka di sini," papar Hidayat.

Apakah pemain yang mau pulang disiapkan akomodasinya?

"Keputusan diambil setelah meeting, bersama para pemain dan pelatih. Siapa (pemain) yang mau pulang, kita belikan tiket. Siapa yang tetap bertahan, kita latihan bersama anak akademi (Tiga Naga)," tambahnya.

Dalam surat PSSI yang diterima Tiga Naga, kemungkinan besar kompetisi profesional Liga 1 dan Liga 2 akan bergulir kembali pada awal Juli.

Berdasarkan Surat Keputusan PSSI Nomor: SKEP/48/III/2020 tertanggal 27 Maret 2020, penundaan gelaran kompetisi Liga 1 dan Liga 2 berakhir pada 29 Mei 2020.

Dalam Surat yang diteken Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan tersebut, selain batas penundaan, PSSI juga memutuskan Bulan Maret, April, Mei dan Juni 2020 adalah status keadaan tertentu darurat bencana terkait penyebaran virus corona (Covid-19) di Indonesia, maka status disebut keadaan kahar (force majeur).

Selanjutnya, berdasarkan ayat pertama, maka klub peserta Liga 1 dan Liga 2 dapat melakukan perubahan kontrak kerja yang telah ditandatangani/disepakati antara klub dan pemain, pelatih, ofisial atas kewajiban pembayaran gaji di bulan Maret, April, Mei, dan Juni 2020 yang akan dibayarkan maksimal 25 persen dari kewajiban yang tertera dalam kontrak kerja.

"Apabila status keadaan tertentu darurat bencana tidak diperpanjang oleh pemerintah RI, maka PSSI menginstruksikan PT Liga Indonesia Baru selaku operator kompetisi untuk melanjutkan kompetisi Liga 1 dan Liga 2 setelah tanggal 1 Juli 2020. Tapi bila diperpanjang, maka PSSI memandang situasi belum cukup ideal untuk melanjutkan kompetisi. Kompetisi Liga 1 dan Liga 2 akan dihentikan lagi," kata Iriawan dalam surat tersebut.

Terakhir, terkait dengan hal-hal teknis, namun tidak terbatas pada penjadwalan sistem dan format kompetisi, kewajiban klub terhadap pihak ketiga, sistem promosi dan degradasi akan diatur kemudian dalam Surat Keputusan terpisah.

(Tribunpekanbaru.com/Syafruddin Mirohi).

Penulis: Syafruddin Mirohi
Editor: Sesri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved