Virus Corona di Riau

Pemprov Riau Langsung Distribusikan 2.000 APD dan 6.800 Rapid Test

Bantuan yang diterima sudah langsung mendistribusikan paket tersebut ke rumah sakit rujukan yang ditunjuk oleh pihak kementerian.

Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir
Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar saat meninjau Alat Pelindung Diri (APD) dan Rapid Test atau alat pendeteksi cepat untuk penanganan virus Corona (Covid-19), di Gedung UPT Instalansi Farmasi dan Logistik Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Riau Sabtu, (28/03). Sebanyak 6.800 rapid test dan 2.000 paket Alat Pelindung Diri (APD) untuk petugas medis yang menangani pasien corona di Riau sudah sampai di Riau. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU -- Sebanyak 6.800 rapid test dan 2.000 paket Alat Pelindung Diri (APD) untuk petugas medis yang menangani pasien corona di Riau  sudah diterima Pemprov Riau  Sabtu (28/3/2020).

"Kami sudah terima tadi paket 2.000 APD dan 6.800 rapid tes tadi dari Kemenkes. Sesuai dengan informasi sebelumnya, jumlah yang diterima sebanyak 2.000 paket APD dan 6.800 rapid tes," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir saat dikonfirmasi Tribunpekanbaru.com, Sabtu (28/3/2020).

Setelah menerima paket tersebut, dikatakan Mimi, pihaknya sudah langsung mendistribusikan paket tersebut ke rumah sakit rujukan yang ditunjuk oleh pihak kementerian.

Sehingga APD yang selama ini menjadi keluhan karena minim, bisa segera digunakan oleh para tenaga medis, dan rapid tes juga bisa dilaksanakan langsung di rumah sakit rujukan tersebut.

"Setelah sampai, kita langsung distribusikan ke rumah sakit rujukan, baik yang di daerah, atau pun di Pekanbaru sehingga bisa langsung dimanfaatkan," jelasnya.

Ia juga menjelaskan, rapid test ini akan diutamakan untuk orang dalam pemantauan (ODP), para tenaga kesehatan.

Untuk pasien dalam pengawasan (PDP) tetap menggunakan uji swab yang dikirim ke Lab Kemenkes

Sebelum paket tersebut sampai di Riau, terlebih dulu 40 paket APD bantuan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI sudah didistribusikan ke tiga rumah sakit rujukan di Riau yang ditunjuk Kemenkes. Yakni Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad, RSUD Puri Husada Tembilahan, dan RSUD Dumai.

Mimi mengungkapkan sejauh ini untuk bantuan APD yang diberikan cukup terbatas.

Karena Kemenkes lebih mengutamakan rumah sakit yang banyak pasien Covid-19.

Sementara di Riau, julah PDP masih dibawah daerah yang lebih banyak PDP, dan juga pasien yang sudah positif.

"Itu lah kondisinya, karena pusat drof APD ke rumah sakit yang banyak merawat pasien Covid-19. Kita kan belum banyak kalau dibanding dengan rumah sakit di pulau Jawa. Secara bertahap kita diberikan bantuan, jatah kita sudah disiapkan," ujar Mimi.

(Tribunpekanbaru.com/Alexander)

Penulis: Alex
Editor: Sesri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved