Sempat Terbuka Asa, Italia Terima Kenyataan Sudah 10 Ribu Tewas Akibat Virus Corona, Apa yang Salah?

Padahal sempat terbuka asa, namun kini Italia harus terima kenyataan sudah 10 ribu orang yang tewas akibat virus corona. LOckdown pun diperpanjang

EPA via AlJazeera
Pasien Virus Corona 

TRIBUNPEKANBARU.COM- Korban meninggal akibat virus corona di Italia mencapai lebih dari 10.000 orang, meski sudah menjalani lockdown selama 16 hari.

Selama 24 jam terakhir, Negeri "Pizza" mencatatkan 889 angka kematian, sehingga total korban meninggal mencapai 10.023 orang.

Kini, pemerintah setempat mempertimbangkan untuk memperpanjang masa lockdown yang seharusnya berakhir pada Jumat pekan depan (3/4/2020).

"Apakah ini waktu yang tepat membuka kembali negara? Saya kira kami harus memikirkannya secara matang," kata kepala perlindungan sipil, Angelo Borrelli.

Bertambah 1 Lagi Pasien Positif Corona di Sumbar, Total Jadi 8 Orang, Kini Dirawat di RSUP M Djamil

India Kacau Balau Akibat Lockdown Cegah Virus Corona, Padahal Baru Terapkan Lockdown 5 Hari

Dua Pasien Positif Corona di Riau Sama-Sama Ikut dalam Acara Tabligh Akbar di Malaysia

VIRUS Corona dari Tiongkok, Ini Penjelasan Kepala Dinas Kesehatan Riau
VIRUS Corona dari Tiongkok, Ini Penjelasan Kepala Dinas Kesehatan Riau (Tribun Pekanbaru/Kompas.com)

Dilansir AFP Sabtu (28/3/2020), Borrelli mengatakan saat ini pihaknya harus bisa membatasi seminimal mungkin pergerakan untuk menyelamatkan banyak nyawa.

Italia sempat berharap bahwa tren wabah virus corona bakal menurun setelah angka kematian harian melambat pada 22 Maret lalu.

Tetapi pada Jumat (27/3/2020), mereka membukukan 969 kematian, menjadi jumlah tertinggi yang dicatat Roma, membuyarkan asa negara itu.

Pada Sabtu malam waktu setempat, Perdana Menteri Giuseppe Conte menyatakan bahwa warga harus siap jika diminta di rumah lebh lama.

"Jika mereka memahami, tentunya mereka tidak akan terburu-buru ingin kembali memulai hidup normal," kata Conte dalam pidato yang disiarkan televisi.

Utang bersama

Halaman
123
Editor: Budi Rahmat
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved