Breaking News:

Harimau Sumatera Terjerat di Riau

BOBOT Harimau Sumatera yang Terjerat Konsesi HTI PT RAPP Capai 90 Kilogram

Harimau Sumatera berjenis kelamin betina itu dievakuasi dari arel HTI milik PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) di Sungai Sangat Estate Meranti

Penulis: johanes | Editor: Nolpitos Hendri
Tribun Pekanbaru/Istimewa/BBKSDA Riau
BOBOT Harimau Sumatera yang Terjerat Konsesi HTI PT RAPP Capai 90 Kilogram. Petugas BBKSDA Riau melepas jerat dari kaki harimau Sumatera dan mengevakuasi si belang menggunakan tandu. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau mengevaluasi seekor Harimau Sumatera dari areal Hutan Tanaman Industri (HTI) milik perusahaan di Kabupaten Pelalawan Riau, Sabtu (28/3/2020) pekan lalu.

Harimau Sumatera berjenis kelamin betina itu dievakuasi dari arel HTI milik PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) di Sungai Sangat Estate Meranti Kecamatan Teluk Meranti, Pelalawan.

Harimau Sumatera malang itu terkena jerat milik pemburu liar di areal hutan hingga kaki depan sebelah kanannya terikat kuat dan tak bisa dilepaskannya sendiri.

Akhirnya dilbantu tim BKSDA dan manajemen PT RAPP serta melakukan evakuasi.

"Lukanya cukup parah di kaki depan sebelah kanan. Ada luka terbuka dan sampai ke tulang," terang Kepala Bidang Wilayah l BKSDA Riau, Andri Hansen Siregar, kepada tribunpekanbaru.com, Senin (30/3/2020).

Andri Hansen menjelaskan, pihaknya mendapat laporan dari manajemen PT RAPP bahwa karyawanya menemukan seekor Harimau Sumatera yang terjerat di sempadan Sungai Sangar Teluk Meranti pada Sabtu (28/3/2020).

BOBOT Harimau Sumatera yang Terjerat Konsesi HTI PT RAPP Capai 90 Kilogram
BOBOT Harimau Sumatera yang Terjerat Konsesi HTI PT RAPP Capai 90 Kilogram. Petugas dari BBKSDA Riau sedang mempersiapkan Harimau Sumatera untuk dievakuasi dan menunjukkan jerat yang menjerat harimau itu. (Tribun Pekanbaru/Istimewa/BBKSDA Riau)

Tanpa menunggu lama tim BKSDA sebanyak 10 orang langsung turun ke lokasi dan berkoordinasi dengan petugas dari perusahaan HTI tersebut.

Tim gabungan menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) dengan menggunakan kendaraan disambung lagi pakai speedboat ditambah berjalan kaki hingga sampai ke tujuan.

Tim BKSDA yang telah mempersiapkan peralatannya menenangkan Si Belang yang terluka jerat sling dengan bius.

Setelah pingsan, petugas bekerja cepat membawa binatang buas itu dan dievakuasi ke tempat yang aman.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved