Liga 2 2020

BOLA LOKAL: Libur Kompetisi Liga, Pemain PSPS Riau Tetap Stay di Mess Pekanbaru

Masa libur kompetisi liga profesional di Indonesia saat ini karena virus Corona covid-19, hampir semua klub meliburkan para punggawanya.

Dokumentasi Tribunpekanbaru / Doddy Vladimir
Skuad PSPS Riau di Liga 2 2020 Wilayah Barat 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Masa libur kompetisi liga profesional di Indonesia saat ini karena virus Corona covid-19, hampir semua klub meliburkan para punggawanya.

Tidak demikian halnya untuk pemain PSPS Riau.

Media Officer PSPS Riau M Teza Taufik menegaskan, bahwa pemain Askar Bertuah justru diharapkan jajaran direksi dan manajemen, untuk berada di mess Pekanbaru selama masa darurat penanganan virus Corona.

"Sesuai arahan Dirut kita, Pak Anto Rachman, pemain harus stay di mess. Ini juga mengikuti dan sesuai instruksi pemerintah saat ini," tegas Teza menjawab Tribunpekanbaru.com, Senin (30/3/2020).

Selama di mess tersebut, para pemain juga diharapkan masing-masing melakukan latihan mandiri. Hal ini bertujuan, agar fisik pemain tidak kedodoran selama libur kompetisi.

Selain latihan mandiri, para pemain juga belajar di dalam ruangan, mengikuti classroom yang sudah diagendakan pelatih. Pemain di sekolahkan lagi dengan materi-materi pemahaman tentang olahraga.

Ya, belakangan ini, skuad PSPS lebih banyak belajar di dalam ruangan.

Hal ini dilakukan untuk mengurangi kontak fisik dengan orang lain, sehingga bisa memutus rantai persebaran virus Corona covid-19.

Kemungkinan besar kompetisi profesional Liga 1 dan Liga 2 akan bergulir kembali pada awal Juli.

Berdasarkan Surat Keputusan PSSI Nomor: SKEP/48/III/2020 tertanggal 27 Maret 2020, penundaan gelaran kompetisi Liga 1 dan Liga 2 berakhir pada 29 Mei 2020.

Dalam Surat yang diteken Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan tersebut, selain batas penundaan, PSSI juga memutuskan Bulan Maret, April, Mei dan Juni 2020 adalah status keadaan tertentu darurat bencana terkait penyebaran virus corona (Covid-19) di Indonesia, maka status disebut keadaan kahar (force majeur).

Selanjutnya, berdasarkan ayat pertama, maka klub peserta Liga 1 dan Liga 2 dapat melakukan perubahan kontrak kerja yang telah ditandatangani/disepakati antara klub dan pemain, pelatih, ofisial atas kewajiban pembayaran gaji di bulan Maret, April, Mei, dan Juni 2020 yang akan dibayarkan maksimal 25 persen dari kewajiban yang tertera dalam kontrak kerja.

"Apabila status keadaan tertentu darurat bencana tidak diperpanjang oleh pemerintah RI, maka PSSI menginstruksikan PT Liga Indonesia Baru selaku operator kompetisi untuk melanjutkan kompetisi Liga 1 dan Liga 2 setelah tanggal 1 Juli 2020. Tapi bila diperpanjang, maka PSSI memandang situasi belum cukup ideal untuk melanjutkan kompetisi. Kompetisi Liga 1 dan Liga 2 akan dihentikan lagi," kata Iriawan dalam surat tersebut.

( Tribunpekanbaru.com / Syafruddin Mirohi )

Penulis: Syafruddin Mirohi
Editor: Ilham Yafiz
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved