BOLA LOKAL: Manajer Tiga Naga Berharap Akhir Mei Status Darurat Corona Selesai, Liga Dilanjutkan

Klub yang berlaga di Liga 1 dan Liga 2 Indonesia, sudah dipastikan berharap agar kompetisi musim 2020 ini, tidak dihentikan.

FOTO/ISTIMEWA
Pemain Klub Sepakbola (KS) Tiga Naga Riau (kostum biru), saat berebut bola dengan pemain Persija Jakarta, dalam laga ujicoba, Sabtu petang (1/2/2020), di Lapangan Sutasoma Halim Perdana Kusuma, Jakarta. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Klub yang berlaga di Liga 1 dan Liga 2 Indonesia, sudah dipastikan berharap agar kompetisi musim 2020 ini, tidak dihentikan.

Bahkan berbagai harapan dan doa selalu dipanjatkan, agar wabah virus Corona covid-19, segera berakhir.

Seperti yang dilakukan Manajer Tiga Naga Riau Hidayat. Dirinya sangat berharap, musibah virus Corona ini, tidak berlarut-larut dan terhenti penyebarannya.

"Kami sangat berharap, semoga akhir Bulan Mei nanti, status gawat darurat dicabut Presiden RI. Dengan demikian, kompetisi kembali bergulir lagi," harapnya, Senin (30/3/2020) kepada Tribunpekanbaru.com.

Ya, pemerintah memperpanjang masa penanganan darurat virus Corona covid-19, dari 30 Maret menjadi tanggal 29 Mei mendatang.

Apabila status keadaan tertentu darurat bencana tidak diperpanjang oleh pemerintah RI, maka PSSI menginstruksikan PT Liga Indonesia Baru selaku operator kompetisi untuk melanjutkan kompetisi Liga 1 dan Liga 2 setelah tanggal 1 Juli 2020.

Tapi bila diperpanjang, maka PSSI memandang situasi belum cukup ideal untuk melanjutkan kompetisi. Kompetisi Liga 1 dan Liga 2 akan dihentikan lagi.

"Makanya kita sama-sama berdoa, tidak ada perpanjangan lagi. Sehingga kompetisi bisa dilanjutkan. Kita sendiri di Tiga Naga, kompetisi di tahun ini tetap jalan. Apalagi kita sudah mengeluarkan biaya besar," sebutnya.

Tim Tiga Naga Riau, akhirnya resmi meliburkan para pemainnya, yang menghuni skuad bermain di Liga 2 musim 2020 ini.

Libur para pemain ini diputuskan manajemen Tiga Naga, setelah menerima surat resmi dari PSSI, terkait penundaan gelaran kompetisi Liga 1 dan Liga 2, terkait makin mewabahnya virus Corona covid-19.

Meski sudah meliburkan pemain, namun manajemen Tiga Naga tidak kaku kepada pemain yang berada di mess Pekanbaru.

Sebab, beberapa pemain daerahnya sudah ditetapkan lockdown. Sehingga mereka tidak bisa pulang ke kampungnya.

"Di tim ini, kita kebanyakan anak dari Jatim (Jawa Timur). Kita ketahui, Jatim sudah lockdown, jika mereka pulang ke rumahnya, bisa-bisa kena isolasi 14 hari. Makanya, silakan mereka di sini," papar Hidayat.

Apakah pemain yang mau pulang disiapkan akomodasinya?

"Keputusan diambil setelah meeting, bersama para pemain dan pelatih. Siapa (pemain) yang mau pulang, kita belikan tiket. Siapa yang tetap bertahan, kita latihan bersama anak akademi (Tiga Naga)," tambahnya. (Tribunpekanbaru.com/Syafruddin Mirohi).

Penulis: Syafruddin Mirohi
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved