Harimau Sumatera Terjerat di Riau

DETIK-DETIK Evakuasi Harimau Sumatera Panthera Tigris yang Terjerat di Kawasan Konsesi HTI PT RAPP

Setiba di areal HTI, petugas turun dari speed dan melanjutka perjalanan dengan jalan kaki sejauh 500 meter menghabiskan waktu sekitar 30 menit

Tribun Pekanbaru/Istimewa/BBKSDA Riau
DETIK-DETIK Evakuasi Harimau Sumatera Panthera Tigris yang Terjerat di Kawasan Konsesi HTI PT RAPP 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Harimau Sumatera atau Panthera Tigris yang terjerat di kawasan konsesi HTI PT RAPP ternyata sempat berontak saat kakinya terkena jerat.

Jerat tersebut merupapakan jerat pemburu liar yang memburu Harimau Sumatera di kawasan hutan Riau.

Akibat kejadin itu, Harimau Sumatera berjenis kelamin betina dan berusia sekitar 4 sampai 5 tahun itu tidak bias bergerak bebas karena jerat tersebut kembali tersangkut di pohon kayu.

Besi tipis itu yang menjerat kaki Harimau Sumatera itu menyangkut dan bergulung ke pohon hingga harimau itu terpaut di sana.

"Seluruh lokasi hutan dan HTI itu merupakan daerah teritorial atau perlintasan harimau sumatera. Hutannya alamnya masih luas dan bagus, yang di restorasi ekosistem Riau," terang Kepala Bidang Wilayah I BKSDA Riau, Andri Hansen Siregar, kepada tribunpekanbaru.com, Senin (30/3/2020).

Andri Hansen menceritakan drama evakuasi satwa langka itu dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) penemuan hingga dibawa sampai diamankan ke kandang.

PENGAKUAN Petugas Pengevakuasi Harimau Sumatera yang Terjerat di Konsesi HTI PT RAPP, Ada Penembak
PENGAKUAN Petugas Pengevakuasi Harimau Sumatera yang Terjerat di Konsesi HTI PT RAPP, Ada Penembak (Tribun Pekanbaru/Istimewa/BBKSDA Riau)

Sebanyak 10 orang tim dari BBKSDA Riau turun ke estate Meranti PT RAPP pada Sabtu (28/3/2020), setelah menerima laporan dari Tim Penanggulangan Konflik Satwa Liar (TPKSL) Departemen Lingkungan dan Konservasi perusahaan.

Keesokan harinya, tim gabungan berjumlah 20 orang, 10 BBKSDA Riau dan 10 dari TPKSL, sama-sama bergerak menuju TKP.

Tim gabungan menempuh perjalanan menggunkan mobil sejauh 60 kilometer dan waktu tempuh satu jam lebih dengan membawa kandang besi.

Selanjutnya petugas gabungan melanjutkan perjalanan memakai speedboat menyusuri kanal sepanjang 2 kilometer memakan waktu 15 menit.

Halaman
1234
Penulis: johanes
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved