Ternyata Penggunaan Bilik Disinfektan Dinilai Tak Efektif Malah Membahayakan, Mengapa? Ini Alasannya

Penggunaan cairan disinfektan langsung pada manusia bahkan dapat membahayakan.

Foto/Istimewa
DISINFEKTAN - Seorang pengunjung melewati bilik yang menyemprotkan cairan disinfektan sebelum masuk ke dalam kantor DPRD Riau, Kamis (26/3/2020). Bilik itu disiapkan untuk mencegah penyebaran virus corona. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, JAKARTA - Penularan Virus Corona yang sangat cepat telah menimbulkan kekhawatiran masyarakat.

Berbagai cara dilakukan untuk mencegah wabah.

Di antaranya denga kampanye social distancing, cuci tangan dan penyemprotan disinfektan.

Bahkan banyak tempat menggunakan bilik disinfektan untuk mengurangi potensi penyebaran corona.

Namun ternyata penggunaan cairan disinfektan tersebut dinilai tidak efektif.

Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menilai penggunaan cairan disinfektan langsung pada manusia bahkan dapat membahayakan.

Dirinya tidak merekomendasikan penggunaan bilik disinfektan atau penyemprotan secara langsung karena berefek pada bagian tubuh.

"Penggunan disinfektan dengan ruang chamber atau penyemprotan secara langsung kepada tubuh manusia tidak direkomendasikan, karena berbahaya bagi kulit mulut dan mata menimbulkan iritasi," ujar Wiku di Kantor BNPB, Jakarta, Senin (30/3/2020).

Selain itu, penggunaan cahaya UV dalam waktu dan volume yang berlebihan juga memiliki risiko kesehatan bagi pemakainya.

"Penggunaan dengan uv light dalam konsetrasi yang berlebihan mempunyai potensi jangka panjang menimbulkan kanker kulit," ucap Wiku.

Halaman
12
Editor: Ariestia
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved